Jadi Ketum PPDB se-Jabodetabek Periode XXVII, Ini Program-program Trimedya Panjaitan

Trimedya Panjaitan bersama istri, Jovita boru Marpaung saat dilantik menjadi Ketua Umum PPDB Periode XXVII di Gedung Tennis Indoor, Jakarta, Minggu (26/1). (Foto: Rizky Syahputra/RM)
Klik untuk perbesar
Trimedya Panjaitan bersama istri, Jovita boru Marpaung saat dilantik menjadi Ketua Umum PPDB Periode XXVII di Gedung Tennis Indoor, Jakarta, Minggu (26/1). (Foto: Rizky Syahputra/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Trimedya Panjaitan resmi menjabat Ketua Umum Punguan Panjaitan Dohot Boruna (PPDB) se-Jabodetabek ke XXVII Periode 2020-2022, usai dilantik di Gedung Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (26/1).

Ada beberapa visi misi yang diusung Trimedya. Pertama, PPDB harus punya kantor sendiri. Selama 61 tahun berdiri, "organisasi Panjaitan" ini masih menumpang, atau menyewa gedung untuk berkantor.

Adanya kantor sekretariat, diharapkan berfungsi untuk memotret dan mendata kondisi anggota. Meliputi profesi, kondisi sosial, ekonomi, dan lain sebagainya.

"Kita masih punya sisa anggaran Rp 1,3 miliar. Itu modal dasar kita mencari kantor. Bisa ruko, bisa apartemen. Butuh Rp 6 miliar. Masih kurang. Sisanya, mudah-mudahan sumbangan Pak Luhut," seloroh Trimedya.

Gerrrr… ribuan hadirin yang memadati Gedung Tennis Indoor sontak tertawa. "Kalau tidak bisa kita punya kantor dalam satu tahun, saya mengundurkan diri jadi ketua umum," sambung Politikus PDIP ini.

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

Tawa pun berubah menjadi tepuk tangan. Trimedya akan menjadikan PPDB sebagai badan hukum.

"Kepemilikannya Punguan Panjaitan, bukan milik Trimedya. Belum dilantik, sudah ada aset 4 biji senilai Rp 100 juta. Ada komputer, laptop, printer," ucap Trimedya.

Menurut Trimedya, ironis jika PPDB tak punya kantor. Sebab, marga Panjaitan adalah marga yang paling ditakuti saat ini di republik ini.

"Saya sama Bu Mega (Megawati Soekarnoputri), Pak Luhut (Panjaitan) sama Pak Jokowi, Pak Hinca sama pak Jokowi, Pak Hotma Raja sama Pak Prabowo. Siapa mau lawan lagi?" cetus Trimedya.

Di DPR, juga ada tiga Panjaitan. Selain Trimedya dan Hinca, ada pula Sturman Panjaitan. "Ada merah ada biru. Yang belum ada, kuning. Golkar. Mudah-mudahan, 2024 kita mengadakan Bona Taun, ada Panjaitan dari Golkar," selorohnya.

Baca Juga : Sejumlah Wilayah Di Indonesia Rentan Rawan Pangan

Yang kedua, Trimedya akan memperkuat program-program adat. Yakni bantuan perkawinan atau kematian. "Kami tidak mau dengar ekonomi Panjaitan kurang baik, karena tidak kita perhatikan. Periode Pak Karim (Ketum ke XXVI), kita tidak pernah dengar itu. Periode ini, jangan sampai ada hal seperti itu lagi," tegas Trimedya.

Trimedya juga akan meningkatkan program pemberian beasiswa bagi putra putri anggota PPDB se-Jabodetabek, yang kondisi ekonominya kurang mampu, tetapi memiliki prestasi akademik yang baik.

"Kalau biasanya setahun pas Natal, kita rencanakan setiap bulan. Jenjangnya SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi," bebernya.

"Kalau dalam negeri urusan kami, kalau luar urusan pak Luhut. Supaya Panjaitan juga kuliah di luar negeri. Panjaitan harus pintar-pintar dan berintegritas," sambung Trimedya, disambut tawa.

Trimedya juga akan menggelar program bedah rumah. Program ini, katanya, didukung penuh oleh istri Luhut, Devi Simatupang.

Baca Juga : Di Rapat Paripurna Istimewa DPRD, Walkot Tangerang Paparkan Capaian dan Evaluasi Kerja

Bulan Maret, Trimedya akan melakukan survei, melihat langsung ke Bogor, Depok, dan Cibinong.

"Tahun ini kita mulai dengan tiga (rumah). Nominalnya Rp 75-100 juta satu rumah. Secara bertahap kami akan tingkatkan tiap tahun. Target kita, pada 2020 tiap rumah di 12 wilayah dibedah. Dibanding populasi Panjaitan yang mencapai 8 ribu orang ini memang nggak ada artinya. Tapi ini legacy yang mau kita tinggalkan. Supaya ketua umum-ketua umum selanjutnya bisa mengikuti legacy ini," urai Trimedya.

Dia mengingatkan, jangan sampai ada Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme dalam pelaksanaan program bedah rumah ini. "Ada tim yang akan mensupervisi," tandas Trimedya. [OKT]