Bikin Artikel Panjang Soal Jiwasraya

SBY: Tidak Perlu Ada Gerakan Turunkan Jokowi

Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)
Klik untuk perbesar
Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengikuti dengan seksama dan serius perkembangan kasus Jiwasraya. Sampai-sampai, dia bikin artikel panjang soal ini. Dalam artikelnya, presiden keenam ini berpesan agar tidak ada upaya-upaya untuk menurunkan Presiden Jokowi.

Artikel SBY ini diberi judul "Penyelesaian Kasus Jiwasraya Akan Selamatkan Negara Dari Krisis Yang Lebih Besar”. SBY mengunggah artikel ini ke akun Facebooknya, kemarin.

Berita Terkait : Jokowi Sentil Impor Baja Yang Makin Parah

Lewat artikel ini, SBY ingin menyampaikan bahwa Jiwasrayagate kudu dibongkar dengan terang benderang. Namun, dia meminta, jangan ada politisasi yang menyertai pembongkaran kasus gagal bayar perusahaan asuransi plat merah ini. Apalagi sampai ada gerakan ingin menurunkan Jokowi.

Di awal paragraf SBY mengaku tak menaruh perhatian saat kali pertama mendengar kasus ini mencuat. Namun, setelah tahu angka kerugian yang fantastis, Ketua Umum Partai Demokrat ini menilai, kasus Jiwasraya cukup serius.

Berita Terkait : SBY Dukung Gibran, Kapan Jokowi Angkat AHY

SBY memastikan tak terusik saat Presiden Jokowi mengeluarkan pernya taan bahwa permasalahan Jiwas raya sudah terjadi sejak 10 tahun. Bahkan, saat Kementerian BUMN secara eksplisit mengatakan bahwa masalah Jiwasraya bermula di 2006, dirinya juga tak merasa terganggu. Apalagi, di 2006, saat ia menjadi presiden, tak pernah dilapori telah terjadi krisis keuangan yang serius di Jiwasraya.

Namun, saat ada opini bahwa seolah tidak ada kesalahan pada masa pemerintahan sekarang, dan yang salah adalah pemerintahannya, SBY mulai gundah. “Apa yang terjadi? Kenapa isunya dibelokkan? Kenapa dengan cepat dan mudah menyalahkan pemerintahan saya lagi? Padahal, saya tahu bahwa krisis besar, atau jebolnya keuangan Jiwasraya ini terjadi 3 tahun terakhir,” ucapnya.

Berita Terkait : Merasa Tak Cukup Panja, Demokrat Usulkan Hak Angket Jiwasraya

Saat ini, sambung SBY, krisis keuangan Jiwasraya telah menjadi pembicaraan dan perhatian rakyat Indonesia. Kegaduhan politik pun terjadi. Termasuk di kalangan parlemen. Rumor dan desas desus mulai berkembang. Menyasar ke sana ke mari. Fakta dan opini bercampur aduk.

SBY menyebut, awal Januari 2020, isu Jiwasraya makin ramai dibicarakan. Ditambah dengan isu Asabri. Bisik-bisik, sejumlah lembaga asuransi dan BUMN lain, konon juga memiliki permasalahan keuangan yang serius.
 Selanjutnya