Virus Corona Bikin Kunjungan Turis Tiongkok Ke Bali Turun 3 Ribu

Wisatawan Tiongkok saat berlibur di Bali.
Klik untuk perbesar
Wisatawan Tiongkok saat berlibur di Bali.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kasus virus corona yang terjadi di Wuhan, China juga mengganggu sektor pariwisata di Bali. Jumlah wisatawan Tiongkok ke Bali ,mengalami penurunan sebanyak 3000 pengunjung.

"Penurunannya mencapai  3000 lebih pengunjung. Saya harap ini tidak berlangsung lama dan semoga Pemerintah China bisa menuntaskan masalah virus coronan supaya kunjungan wisatawan bisa kembali normal," kata Gubernur Bali, Wayan Koster dalam Rapat Pimpinan BNN di Denpasar, Selasa (28/01).

Berita Terkait : Cegah Virus Corona, Turis Dari Wuhan Dilarang Masuk Indonesia

Wayan mengatakan,  saat ini Bali sudah dalam posisi siaga,  baik dengan kesiapan alat pendeteksi di Bandara I Gusti Ngurah Rai dan pelabuhan. Sejauh ini tidak ada terdeteksi virus corona yang masuk ke Bali.

Menurutnya, pariwisata ini sangat sensitif, baik itu dari segi keamanan, juga dari isu-isu yang mengkhawatirkan para wisatawan. Salah satunya, muncul soal virus corona yang membuat pariwisata terganggu.

Berita Terkait : Virus Corona dan Perang Ekonomi

“Bulan ini saja itu penurunan wisatawan mencapai 3.000 lebih dari Tiongkok. Kami tentu terus berupaya mencegah sehingga tidak berpengaruh terhadap kunjungan dari negara-negara lainnya ke Bali," ujar Koster seperti dilansir Antaranews.

Ia mengatakan, struktur ekonomi masyarakat Bali, sangat bergantung pada kondisi pariwisata. Di mana lebih dari 50 persen perekonomian di Bali, disumbang oleh Pariwisata. Selain itu, Bali juga menjadi penyumbang pintu masuk terbesar wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. Hampir 39 persen wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia itu masuk dari Bali.

Baca Juga : Dihadiri Merek Baru, GIIAS Tahun Ini Lebih Lengkap

"Hanya pariwisata sumber ekonomi masyarakat Bali. Kita tidak punya minyak, batu bara, dan  emas. Jadi hanya punya budaya dan menjadi daya tarik wisatawan di Indonesia serta masyarakat dunia untuk berkunjung ke Bali sehingga pertumbuhan pariwisata di Bali ini menjadi kekuatan ekonomi masyarakat Bali," ucap Koster. [KPJ]