Sosialisasi Kostratani di Banten, Membangun Pertanian Berasis Kecamatan

Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Dedy Nursyamsi (tengah batik) saat sosialisasi kegiatan KostraTani Propinsi Banten, di Serang, Banten, Kamis (23/1/). (Foto: Humas Kementan)
Klik untuk perbesar
Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Dedy Nursyamsi (tengah batik) saat sosialisasi kegiatan KostraTani Propinsi Banten, di Serang, Banten, Kamis (23/1/). (Foto: Humas Kementan)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mantapkan pembentukan Kostra Tani sebagai pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi, dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Melalui kostra tani, Syahrul ingin pertanian jauh lebih modern.

"Pertama, pertanian kita harus lebih maju dari yang kemarin, lebih mandiri dan dikelola lebih modern", kata Syahrul saat gelar Video Conference dengan ratusan penyuluh, camat, Babinsa, dan peneliti Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTPP) Provinsi Banten, Selasa (28/1).

Ada pun kegiatan video conference ini merupakan rangkaian dari kegiatan sosialisasi Kostra Tani Provinsi Banten bertajuk 'Membangun Pertanian Dengan Basis Kecamatan' yang berlangsung di Gedung Aspirasi KP3B, Serang. Acara sosialisasi ini diikuti setidaknya seribu peserta yang berasal dari penyuluh pengendali organisme tanaman pengganggu ( POPT), Camat, Babinsa, penyuluh dan peneliti BPTP Banten, Dinas lingkup pertanian, dan stakeholder lainnya se Provinsi Banten.

Berita Terkait : Menhub Temui Jemaah Umroh di Bandara Soetta, Semua Tertangani dengan Baik

Acara akbar ini juga dihadiri Gubernur Banten Wahidin Halim,, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedy Nursyamsi, Bupati Pandeglang Irna Narulita, Kapusdik Pertanian, Kepala PPMKP Ciawi, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno-Hatta, Perwakilan Korem, Polda Banten, dan Bank Indonesia KPw Banten.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten selaku Ketua Panitia Agus M Tauchid menyampaikan bahwa salah satu program pertanian jangka pendek saat ini adalah membangun Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratan) dari pusat hingga tingkat kecamatan. Mengapa Kostratan menjadi penting sebab fokus pembangunan pertanian saat ini ada di tingkat kecamatan dan dibutuhkan komitmen dan keterlibatan masyarakat bersama pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa dalam pembangunan pertanian.

Di tingkat pusat, Kostratan disebut dengan Kostranas dengan Komandan Menteri Pertanian dan Ketua Harian adalah Kepala BPPSDMP. Di tingkat Provinsi disebut Kostrawil dengan komandan Gubernur dan Ketua Harian adalah Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, dan sekretariat adalah Kepala BPTP. Di tingkat kabupaten/kota disebut Kostrada dengan komandan Bupati/Walikota, dan Ketua Harian sekaligus Sekretariat adalah Kepala Dinas Pertanian Kab./Kota. Dan di tingkat kecamatan disebut Kostratani dengan Komandan Camat, dan Ketua Harian sekaligus Sekretariat adalah Kepala BPP.

Berita Terkait : Curah Hujan Tinggi, Kementan Minta Petani Terapkan Jurus Ini

"Kostratani dilengkapi dengan brigade gerakan pembangunan pertanian yang disesuaikan dengan kondisi lapangan seperti Brigade OPT, Brigade Alsin, Brigade Air. Kostratani ini juga merupakan bentuk sinergis antara Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, dan kementerian atau lembaga terkait lainnya," katanya.

Sementara Gubernur Banten Wahidin Halim dalam sambutannya memastikan pihaknya mendukung Kostratani karena merupakan upaya untuk mewujudkan pertanian yang produktif. Dia lalu mengisahkan kisah hidupnya beserta keluarga besarnya yang bisa hidup survive dengan basis pertanian.  "Negara-negara yang survive dibangun dengan basis pertanian, untuk itu harus dibangun pertanian" kata Wahidin.

Tahun ini, kata Wahidin, pertanian menjadi salah satu program prioritas pembangunan di Provinsi Banten. Selain itu pihaknya juga fokus pada infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. Dia pun memastikan telah memerintahkan Dinas Pertanian untuk menyusun road map dan membuat prioritas pembangunan pertanian. Lebih lanjut  Wahidin menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi membuat BUMD dengan anggaran sebesar Rp 350 milyar dalam rangka memberikan keuntungan yang layak bagi petani. Bahkan saat ini sedang dibuat pasar induk seluas 20 hektar. "Untuk itu Kostratani diharapkan mampu membangun pertanian dari hulu ke hilir," harapnya.

Berita Terkait : Kunjungi Serdang Bedagai, Mentan Panen 1.000 Ekor Pedet

Di lain kesempatan Kepala Badan Litbang Pertanian, Fadjry Djufry, menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi merupakan hal yang penting dalam mempercepat pencapaian pemenuhan target pembangunan pertanian nasional. "Litbang Pertanian juga berupayadan membantu menghilirkan teknologi pertanian," ungkapnya.

Kepala BBPSDMP, Dedy Nusyamsi menyampaikan bahwa Kostratani merupakan gerakan pembangunan pertanian dengan basis kecamatan dalam rangka optimalisasi fungsi penyuluh. "Kostratani itu adalah revitalisasi BPP, artinya membangunkan kembali BPP dan penyuluhnya, mulai dari sarana dan prasaranya, penyuluhnya melalui pelatihan peningkatan kapasitas penyuluh, peningkatan BOP dan sebagainya," terang Dedy Nursyamsi.

Kepala BPTP Banten Ismatul Hidayah pastikan pihaknya akan mengambil peran penting sebagai Sekretariat Kostrawil, yaitu Kostratan di tingkat Provinsi. Kegiatan pelatihan, bimbingan teknis, percontohan/demplot, demfarm, dll yang selama ini telah terlaksana lebih akan terkoordinasikan. Selain itu, BPTP Banten juga akan menjadi basis komunikasi via Teleconference di tingkat Provinsi Banten. "Kita akan mengupayakan secara maksimal semua kegiatan di BPTP Banten disinergikan dengan Kostratani" ujar Ismatul. [KAL]