Bicara Capres 2024, Mahfud Jagokan Tito

Menko Polhukam, Mahfud MD berbincang akrab dengan Menteri Dalam negeri, Tito Karnavian saat peluncuran mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) dan rapat koordinasi pemerintahan Provinsi Jawa Timur, di Surabaya, kemarin. (Foto: Instagram Mahfud MD)
Klik untuk perbesar
Menko Polhukam, Mahfud MD berbincang akrab dengan Menteri Dalam negeri, Tito Karnavian saat peluncuran mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) dan rapat koordinasi pemerintahan Provinsi Jawa Timur, di Surabaya, kemarin. (Foto: Instagram Mahfud MD)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pilpres 2024 masih empat tahun lagi. Tapi, Mahfud MD sudah bicara calon yang akan dijagokannya. Menko polhukam itu menjatuhkan pilihan ke Tito Karnavian sebagai capres, dan Khofifah Indar Parawansa sebagai cawapresnya.

Mahfud mengungkapkan hal itu saat memberikan sambutan di acara launching anjungan Dukcapil Man­ diri (aDM) di Grand City Surabaya, kemarin. eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini awalnya memuji-­muji Tito. Bekas Kapolri itu, disebut Mahfud, sebagai tokoh muda yang cerdas. Setiap pekerjaan yang dilakukan Tito, selalu terukur. Mulai dari menangkap koruptor, menembak teroris dan menangkap tokohnya, sampai mengamankan pilkada dan pemilu. “Saya bangga bekerja bersama Pak Tito,” puji Mahfud.

Mahfud mengaku, pertama kali me­lihat sosok Tito pada 2010 di televisi. “Anak ini kok cerdas sekali. Saya tanya dari mana, ternyata dia dari Pa­lembang,” puji dia lagi.

Mahfud sempat menanyakan soal Tito kepada muridnya. Sang murid menjawab, Tito memang orang yang hebat. Mahfud pun memprediksi, eks Kapolda Papua itu bakal menduduki posisi Kapolri pada 2022.

Ternyata prediksinya meleset. Ja­batan itu diraih Tito lebih cepat, yakni pada 2016. Setelah itu, barulah Mah­fud melontarkan prediksinya; Tito bisa jadi capres di 2024. “Dan sekarang sudah menjelang 2024 mungkin menjadi presiden mudah-­mudahan sama cerdasnya, bekerja keras,” harap Mahfud disambut tepuk tangan para hadirin.

Berita Terkait : Tak Akan Belokkan Jiwasraya Ke Perdata, Mahfud-Erick Satu Komando

Mahfud kemudian ganti memuji Gu­bernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Seperti Tito, Khofifah yang sudah dikenalnya sejak lama sebagai kader NU, disebutnya sebagai sosok yang cerdas dan pekerja keras. “Beliau sudah jadi menteri dua kali, tetapi masih mau jadi gubernur,” puji Mahfud.

Dia lantas mendoakan Khofifah menjadi pendamping Tito memimpin Indonesia pada 2024 mendatang. “Mu­dah-­mudahan nanti kalau Pak Tito jadi presiden, Bu Khofifah wakilnya,” harapnya. Koor Aminnn pun terdengar di ruangan itu.

Dimintai tanggapan soal prediksi Mahfud, Tito menjawab santai. Kata­nya, saat ini dia hanya fokus pada ama­nah yang diberikan Presiden Jokowi kepadanya. Yakni, menjalankan tugas sebagai Mendagri. “Kami berdua (Tito dan Khofifah) tetap berfokus pada amanah yang diberikan Allah SWT,” ujar Tito usai mengunjungi layanan mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) di Magetan, kemarin.

Meski begitu, Tito mengamini, saja pernyataan Mahfud yang dianggapnya sebagai doa. “Itu kan pendapat beliau. Kita aminkan saja, gitu ya,” ucap Tito sambil tersenyum.

Ini bukan kali pertama Mahfud me­muji Tito untuk menjadi calon pemim­ pin negara. Pada 1 April 2018, Tito dijagokan Mahfud sebagai cawapres 2019. Tito dijagokan lantaran dinilai Mahfud merupakan sosok yang berani mendobrak dan punya sudut pandang baru dalam kehidupan berbangsa. Se­lain itu, eks Kapolda Metro Jaya itu masih muda, cerdas, dan lurus. Karena itu Mahfud menilai Tito cocok dipa­pasangkan dengan siapa saja.

Berita Terkait : Wapres Minta Tito Hidupkan FKUB di Daerah

Tapi saat itu, Tito meminta Mahfud agar tidak mendorongnya masuk ke ranah politik. “Saya sudah sampaikan ke beliau agar jangan mendorong dan menarik saya ke politik,” ujarnya, saat itu. Dia tegas menolak jika ditawari jadi cawapres.

Pada Juli 2019, nama Tito masuk dalam 14 capres potensial 2024 versi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Nama Khofifah, juga ter­masuk di antaranya. 

Terbaru, nama Tito digadang­-gadang para relawan pendukung Presiden Jokowi untuk menjegal Anies Baswedan di pilpres 2024. Hal ini terungkap dalam salah satu potongan video yang viral di me­dia sosial Twitter @lawan077. Video itu diketahui diambil saat acara per­temuan relawan Jokowi. Tapi kapan waktunya, tidak diketahui.

Dalam pertemuan itu, tampak aktivis perempuan Nong Darol Mahmada, Dosen UI Ade Armando, pegiat media sosial Eko Kuntadhi, Denny Siregar,

Rudi S Kamri dan pengacara Muannas Alaidid. “Kemarin saya ketemu de­ ngan Denny JA, kalau pemilu dia­ dakan hari ini, pemenangnya siapa? Anies Baswedan,” tutur Rudi S Kamri. “Tidak apa­-apa. Itu kenyataan. Ke­nyataan yang membuat kita harus segera, apa namanya, evaluasi diri,” imbuhnya.

Berita Terkait : Tito Untung Apa Buntung

Rudi mengungkap, kubunya belum menemukan sosok yang bisa meng­ gantikan Jokowi di pilpres 2024 nanti. Hal itulah yang harus segera diantisipasi demi soliditas barisan pendukung.

Rudi pun menyatakan, ada sejumlah nama potensial yang bisa dicalonkan dari kubu Jokowi. Beberapa di anta­ ranya seperti Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. “Ada Pak Tito, ada Pak Ganjar,” jelas Rudi.

Tapi rupanya Tito tak nyaman na­manya dikait­kaitkan. Dia sempat cur­hat pada Ketua Umum DPP Perkum­pulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Bursah Zarnubi. “Intinya Pak Tito mohon kepada semua pihak siapapun, agar tidak menarik­narik namanya dalam isu-­isu politik seperti itu,” kata Bursah, Senin (6/1). [OKT]