Gelar Wisuda ke-22, UAI Beri Hadiah Umroh ke Wisudawan Terbaik

Proses wisuda ke-22 Universitas Al Azhar Indonesia (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Proses wisuda ke-22 Universitas Al Azhar Indonesia (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) menggelar wisuda ke-22 tahun akademik 2019-2020 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Sabtu (1/2). Sebanyak 311 mahasiswa dari berbagai Program Studi Sarjana dan Program Studi Magister dilantik oleh Rektor melalui sidang terbuka senat universitas.      

Selain prosesi wisuda, para wisudawan sebelumnya mengikuti prosesi Khotmul Qur'an pada Jumat, (31/1) yang dilaksanakan di Masjid Agung Al Azhar. Yaitu prosesi penyerahan Al-Qur'an oleh Ketua Umum Pengurus Yayasan Pesantren Islam Al Azhar ke para wisudawan yang dilanjutkan dengan khatam Qur'an. 

Mahasiswa UAI juga memberikan donasi berupa pemberian alat salat dan Al-Qur’an untuk Pesantren Miftahul Hidayah di Kabupaten Garut. Acara ini dilakukan guna memperkuat lulusan UAI yang memiliki IPTEK dan IMTAQ yang kuat dan senantiasa menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.      

Baca Juga : Yang Dipertuan Agong Tunjuk Muhyiddin Yassin Jadi PM Malaysia Yang Baru

Di wisuda itu, UAI mendapat kehormatan khusus dengan hadirnya Priyantono Rudito, yang Board of Director PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin). Priyantono datang untuk menyampaikan orasi ilmiah dengan tema "Memenangkan Era Digital Distruption". Wisuda kali ini juga dihadiri Pengurus Yayasan Pesantren Islam Al Azhar, serta  Plt Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III, Samsuri, dan dan 15 orang guru besar tamu dari beberapa Universitas ternama di Indonesia.          

Dalam pidatonyanya, Rektor UAI, Prof Asep Saefuddin, menyampaikan pesan bahwa para lulusan harus terus belajar untuk mengisi pembangunan Indonesia ini lebih baik lagi. Para lulusan merupakan potensi terbaik untuk negara, maka negara akan memberikan “reward” terbaik.         

"Dikarenakan saat ini merupakan era milenial, selain memiliki kompetensi bidang keilmuan yang harus terus diasah, ada beberapa skill yang harus dilatih. Di antaranya, kreatif, memiliki kecerdasan emosional, dapat bekerjasama, pola pikir kritis, dan lainnya," ucapnya.      

Baca Juga : Sambut Liga 1 2020, Wapres Ingin Sepak Bola yang Berakhlaqul Karimah

UAI saat ini sudah masuk sebagai Full Pledged University atau Universitas Sayap Lengkap. Sebab, Program Studi STEM dan Ilmu Sosial-Humaniora sudah seimbang. Selain itu, UAI membuat blended learning, yakni proses pembelajaran campuran antara kuliah konvensional dan kuliah e-learning atau OFF and ON Line Learning.      

"Di awal 2019, UAI telah mengedepankan Good University Governance (GUG). Kami jalankan melalui model Balanced Scorecard (BSC) dengan 5 (lima) perspektif, yaitu: Academic Excellence, Student-Centered Program, Professional Management, Learning, and Growth, dan Financial Stability," papar Prof Asep.      

Capaian lainnya adalah peringkat 69 Perguruan Tinggi Terbaik se-Indonesia dan 10 Terbaik di Jakarta berdasarkan penilaian Kemenristekdikti. Kemudian, penghargaan dari Badan Narkotika Nasional atas peran serta UAI dalam aksi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).      

Baca Juga : KBRI Wellington Kumpulkan Ketua Ormas di Selandia Baru

"Juga penghargaan Tax Center Teraktif 2019 dari Dirjen Pajak Wilayah Jakarta Selatan, dan Penghargaan dari Badan Pengawas Pemilu 2019 atas kontribusi UAI sebagai Mitra Strategis Bawaslu dalam Pelaksanaan Pengawasan Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019," tambah Prof Asep.      

Pada wisuda kali ini, wisuda terbaik dan berprestasi diraih Muhammad Azzam Muhtadi dari Fakultas Psikologi dan Pendidikan, Program Studi Bimbingan Konseling Islam. Sebagai apresiasi, UAI memberikan hadiah umroh untuk terbaik pertama. Wisudawan terbaik kedua adalah Syifa Fauziah dari Fakultas Hukum, Program Studi Ilmu Hukum. Terbaik ketiga adalah Indrawan Arifianto dari Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Teknik Elektro.       

Penentuan wisudawan terbaik dilakukan dengan memperhatikan aspek akademik terdiri dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), masa studi, dan aspek-aspek penunjang akademik dan non-akademik lain meliputi keikutsertaan dalam jurnal ilmiah nasional dan internasional, keikutsertaan dalam kompetisi berbasis kompetensi keilmuan, keaktifan berorganisasi, etika, dan inspiratif. [USU]