RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Adi Wijaya, sangat senang dan bangsa dengan percayaan Cap Go Meh Taruna Merah Putih (TMP) dan warga Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta. Apalagi, kata pria yang akrab disapa Aming ini, perayaan itu merupakan Cap Go Meh pertama di PIK.        

Menurutnya, perayaan ini akan menjadi jadi sejarah tersendiri. Acara ini pun sebagai manifestasi persatuan Indonesia sebab dihadiri oleh berbagai suku, agama, dan ras. Bukan semata dirayakan etnis Tionghoa.      

"Kita bisa bersatu. Kita jelas dalam acara ini, Bhinneka Tunggal Ika," ungkap Aming di sela perayaan Cap Go Meh TMP, di Golf Islam, Pantai Indah Kapuk, Jakarta, Jumat malam (7/2).        

Baca Juga : Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari ini, Hanya Sampai Pukul 12.00

Aming pun mengapresiasi TMP yang menyelenggarakan kegiatan ini. Apalagi TMP, sebagai sayap pemuda dan mahasiswa PDI Perjuangan, sering mengadakan berbagai kegiatan untuk menciptakan harmoni dan sinergi di antara sesama warga Indonesia.      

"Kegiatan-kegiatan TMP itu sangat bagus. Selalu jadi pelopor," ungkap Aming.        

Aming menambahkan agar persatuan Indonesia kian terwujud, maka pelajaran sejarah menjadi sangat penting. Dari bacaan sejarah itulah maka satu sama lain bisa saling belajar sehingga muncul rasa saling menghormati.      

Baca Juga : Kedudukan Pemimpin Perempuan (3)

"Untuk meningkatkan harmoni, kita semua harus saling belajar. Persatuan itu harus terus dipupuk," ungkap Aming.

Ketua Panitia Rudy Halim, mengatakan bahwa perayaan Cap Go Meh TMP dengan tema Bersatu untuk Indonesia Maju ini merupakan komitmen TMP di bawah kepemimpinan Maruarar Sirait, untuk terus merajut persatuan dan merawat kebhinnekaan Indonesia. "Sebab kekuatan Indonesia, yang terdiri dari bagai suku, agama dan etnis ini adalah bersatunya semua elemen bangsa di bawah ideologi Pancasila," ungkap Rudy.

Dalam hal Ca Go Meh, jelasnya, panitia bukan berasal dari etnis Tionghoa saja, melainkan juga mnelibatkan para kader dan relawan TMP yang berasal dari suku Jawa, Batak, Sunda, dan juga keturunan Arab. "Dari suku agama pun demikian, ada Islam, ada Kristen, Budha dan lain-lain. Kita bersatu dalam perbedaan. Natal TMP juga kemarin, panitianya juga sama beragamnya," kata Rudy.

Baca Juga : Gelombang II Covid di Depan Mata, PM Johnson Ogah Dongkrak Skala Lockdown

Dalam acara ini hadir langsung Ketua Umum TMP Maruarar Sirait dan putri almarhum Gus Dur, Inayah Wahid, pendiri Agung Sedayu Grup Sugianto Kusuma, Ketua Umum Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Teddy Sugianto, Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Adi Wijaya, Walikota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko dan Kapolres Jakarta Utara Budi Herdi Susianto. [USU]