Lion Air Bantah 1 Penumpang Rute Wuhan-Denpasar Terjangkit Virus Corona

Ilustrasi pesawat Lion Air (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Ilustrasi pesawat Lion Air (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Maskapai penerbangan Lion Air mengklarifikasi kabar yang menyebutkan, satu penumpang rute Wuhan-Denpasar pada Rabu (22/1), terindikasi virus Corona.

Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, berdasarkan keterangan yang diterima pihaknya, setelah seluruh awak pesawat dan penumpang menjalani pemeriksaan dan pengecekan oleh tim medis Kantor Kesehatan Pelabuhan/ KKP Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, penumpang tersebut dinyatakan tidak terindikasi atau tidak memiliki tanda-tanda terkena virus tersebut.

Menurutnya, penerbangan JT-2618 sudah dipersiapkan dengan baik. Sebelum keberangkatan, seluruh kru dan tamu menjalani pemeriksaan kesehatan berdasarkan ketentuan.

Berita Terkait : Wakil Presiden Iran Masoumeh Ebtekar Terjangkit Virus Corona

Dalam penerbangan ini, Lion Air membawa dua pilot, satu kopilot, enam awak kabin, dua teknisi, dan 188 tamu atau penumpang.

"Ketika pesawat berada pada pelataran parkir bandar udara (apron), petugas teknisi bekerja sama dengan pihak terkait melakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant spray), sesuai prosedur berlaku. Hal itu dilakukan sebagai upaya memastikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan perjalanan udara kepada awak pesawat dan penumpang. Terutama, tindakan antisipasi. Sesuai pemberitahuan dari otoritas setempat mengenai dampak wabah virus Corona," jelas Danang.

Sebagai informasi, Lion Air rute tersebut mengoperasikan tiga kali layanan dalam seminggu, setiap Rabu, Jumat, dan Minggu.

Berita Terkait : Perusahaan Asuransi Harus Selalu Beri Rasa Tenang pada Nasabah

Pada Rabu (22/1), maskapai tersebut masih melayani penerbangan yang membawa penumpang. JT-2619 Denpasar ke Wuhan dan JT-2618 Wuhan ke Denpasar.  

Pada Jumat (24/ 1) dan Minggu (26/ 1), penerbangan Lion Air rute Denpasar ke Wuhan dibuka untuk pemulangan penumpang.

Penerbangan Wuhan – Denpasar dioperasikan sebagai ferry flight, alias hanya membawa kru dan tidak menerbangkan tamu atau penumpang.

Berita Terkait : Fobia Barang China?

Sesuai pemberitahuan resmi otoritas setempat (notam) di Wuhan, status bandar udara hanya diperbolehkan melayani kedatangan (arrival).

Untuk keberangkatan (departure), tidak boleh membawa penumpang, dan hanya sebagai alternatif pendaratan kondisi darurat (emergency landing). [HES]