WNI Yang Kelar Masa Observasi di Natuna, Dilepas Pake Adat Melayu

Menkes Terawan Agus Putranto (kiri), Kepala BNPB Doni Monardo (tengah) dan Menko PMK Muhadjir Effendy (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto: Humas PMK)
Klik untuk perbesar
Menkes Terawan Agus Putranto (kiri), Kepala BNPB Doni Monardo (tengah) dan Menko PMK Muhadjir Effendy (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto: Humas PMK)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah menyelesaikan masa observasi selama 14 hari di Natuna akan dilepas dengan acara adat Melayu. 

“Nanti dari lembaga adat, akan ada doa selamat tepung tawar," kata Bupati Natuna, Kepulauan Riau Hamid Rizal saat persiapan pemulangan WNI dari Wuhan di Natuna, seperti dilansir Antara, Sabtu (15/2).

Upacara tepung tawar biasanya diadakan saat menerima tamu yang baru datang. Adat tepung tawar mengenakan daun khusus dan air putih.

Berita Terkait : Natuna Jadi Tempat Observasi WNI, Bupati: Orang Sehat Kita Terima

“Diletakkan di kendi, tangan masuk dalam. Habis itu sama-sama berdoa," kata dia.

Doa yang akan disampaikan, agar para WNI dari Wuhan bisa selamat, sehat sampai ke daerah asalnya masing-masing.

“Ini menunjukkan warga kita selamat sampai ke sini dan pulang, itu adat kami," kata dia.

Berita Terkait : Pemerintah Jamin WNI Dari Wuhan Tak Bahayakan Masyarakat Natuna

Namun, Hamid belum memastikan kapan dan di mana upacara adat itu bisa dilaksanakan, karena secara protokol kesehatan, masa karantina WNI dari Wuhan berakhir Sabtu pukul 12.00 WIB.

“Lihat protokol sini, bagaimana pengaturannya. Kita tidak bisa gegabah," kata dia.

Sebelumnya, Istana Kepresidenan melalui Juru Bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Natuna yang telah menjadi tuan rumah bagi WNI dari Wuhan untuk menjalani transit observasi.

Berita Terkait : WNI yang Diobservasi di Natuna Diperiksa Kesehatan 2 Kali Sehari

“Terima kasih sebanyak-banyaknya dan hormat sehormat-hormatnya untuk seluruh warga Natuna yang menjadi tuan rumah saudara sebangsa kita, 285 orang menjalani transit observasi dari Provinsi Hubei, China, hingga hari kepulangan Sabtu 15 Februari 2020,” kata Fadjroel dalam pesannya kepada wartawan. [WHY]