Jaksa Agung Bangun Trust Publik pada Pemerintahan Jokowi

Jaksa Agung ST Burhanuddin (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Jaksa Agung ST Burhanuddin (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dalam 100 hari pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyumbangkan kepercayaan publik yang tidak sedikit. Peran Burhanuddin disebut menambah positif pemerintahan Jokowi.      

Perspektif publik sangat puas dengan gebrakan Burhanuddin. Dalam 10 hari, sudah banyak langkah yang dilakukannya. Tidak tanggung-tanggung, Kejaksaan masuk ke dalam berbagai dugaan korupsi di tubuh BUMN.

Berita Terkait : Jaksa Agung Kebanyakan Omdo

Menurut pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ari Djunaedi, Kejaksaan di bawah Burhanuddin memiliki taji kembali sebagaimana diharapkan publik. Hal ini misalnya dengan keberanian Kejaksaan dalam mengungkap dugaan kasus mega korupsi Jiwasraya dan Asabri.       

"Dalam seratus hari pemerintahan Jokowi-Amin ini menjadi langkah awal yang baik, berhubungan dengan komitmennya terhadap pemberantasan Korupsi yang tidak hanya menjadi tugas KPK," kata Ari, Minggu (16/2).    

Berita Terkait : Jaksa Agung Minta Penuntutan Dilakukan Sesuai Hati Nurani Dan Keadilan

Ari menilai, Kejagung mampu menarik perhatian dan simpati publik. Sebab sebelum-sebelumnya, jarang sekali Kejagung berani mengungkap kasus mega-korupsi di BUMN. "Taji Jaksa Agung membangun trust publik terhadap pemberantasan Korupsi," ungkap Ari.      

Dalam 100 hari pemerintahan Jokowi, Burhanuddin terus bergerak. Sejak dilantik, dia telah memulai banyak gebrakan. Ke internal Kejaksaan, Burhanuddin menindak jaksa-jaksa nakal. Ke eksternal, Kejaksaan berhasil menyita orang koruptor yang telah lama buron dan menyita penyelundupan kendararaan mewah. Terkahir, Kejagung terus membongkar kasus korupsi di Jiwasaraya.      

Berita Terkait : 100 Hari Kerja, Jaksa Agung Disebut Beri Napas Segar ke Kabinet

Hingga saat ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan enam tersangka dari kasus PT Jiwasraya. Mereka adalah Direktur Utama PT Hanson International Tbk. Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat, Direktur Keuangan Jiwasraya periode Januari 2013-2018 Hary Prasetyo, Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018 Hendrisman Rahim, eks Kepala Divisi Investasi Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto. [USU]