Asbun Soal Perempuan Bisa Hamil Kalau Berenang Bareng Lelaki

Komisioner KPAI Harusnya Mundur!

Sitti Hikmawatty (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Sitti Hikmawatty (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Komisioner KPAI, Sitti Hikmawatty, meminta maaf setelah pernyataannya soal "perempuan bisa hamil bila berenang di kolam yang ada laki-lakinya" memicu kontroversi. Meski sudah minta maaf, Sitti terus di-bully. Banyak yang mendesak Sitti mundur karena telah mengeluarkan kalimat asbun alias asal bunyi.

Di medsos, seharian kemarin, tagar #PecatSittiHikmawatty trending. Sampai pukul 7 malam, lebih dari 23 ribu warganet yang berkicau dengan tagar itu. Ada yang keras, penuh sindiran, ada juga yang lucu-lucu.

Salah satunya politisi PSI Mohamad Guntur Romli. Kalau Sitti tak mau mundur juga, pria yang akrab disapa Gunrom itu, meminta rekan Sitti di KPAI mendesak yang bersangkutan mundur dari jabatan. "Sebaiknya Komisioner @KPAI_official ini mundur, atau teman-temannya di KPAI minta dia mundur. Malu-maluin banget," kicau di akun @GunRomli, kemarin.

Warganet lainnya, terutama para pegiat sosial atau selebtwit juga ramai-ramai mendesak Sitti dipecat. Seperti akun @yusuf_dumdum. Ia menilai, kualitas komisoner KPAI ini menyedihkan. “Sungguh menyedihkan kualitas komisioner KPAI seperti ini. Jika Anda menganggap statemen SH ini menyesatkan dan berbahaya, maka silahkan RT. #PecatSittiHikmawatty," cuitnya sembari mengunggah video pernyataan Sitti.

Selebtwit @permadiaktivis mem-bully dengan nyinyian. "Syarat kerja di @NASA harus lulusan Sains Roket. Syarat kerja di @Apple harus lulusan Software engineering. Syarat kerja di @Facebook harus lulusan Programming. Syarat kerja di @KPAI_official harus lulusan S3 Biologi Rekayasa Genetika kayak @SHikmawatty PhD #PecatSittiHikmawatty."

Berita Terkait : Ace: Ini Jadi Pelajaran Bagi Komisi VIII, Agar Lebih Selektif Memilih Komisioner KPAI

Warganet pemilik akun @VaniaCiprut menyindir sembari bercanda. "Saya tuh jadi takut kalau main air di kolam sama laki-laki. Soalnya kalau berenangnya bareng sama laki-laki kata @KPAI_official bisa Hamil. Ya kalau laki-lakinya cuma satu. Kalau banyak kan bingung bapaknya siapa. #PecatSittiHikmawatty."

Tweeps @WagimanDeep__ menimpali. Dia malah mengaitkan pernyataan asbun Sitti dengan banjir Jakarta. "Fix habis ini Jakarta hamil massal...! #PecatSittiHikmawatty," cuitnya sembari menautkan video banjir Jakarta. Akun @AkuPamuji nyamber. "Ini pembodohan, dia asbun tanpa data ilmiah."

Tak hanya akun-akun biasa, para dokter di Twitter juga mempertanyakan kredibilitas Sitti. Salah satunya dr. Jiemi Ardian lewat akun @jiemiardian. Kata dia, ucapan Sitti hoaks yang sudah menyebar ketika ia masih duduk di bangku SD. "Berenang cewe cowo bisa bikin hamil itu kayanya hoax jaman saya SD deh. Mungkinkah beliau yang masih meyakini hal tadi itu satu angkatan SD dengan saya," tulisnya.

dr. Tompi, ahli bedah kulit sekaligus penyanyi ini, mempertanyakan proses seleksi komisioner KPAI yang dilakukan DPR. "Memprihatinkan beliau di posisi KPAI, suruh sekolah dulu jangan kebanyakan cabut!" kecamnya di akun @dr_tompi.

Sebelumnya, Sitti sudah meminta maaf atas pernyataan kelirunya yang sudah kadung bikin rame ini. "Pertama, saya meminta maaf kepada publik karena memberikan statemen yang tidak tepat," kata Sitti dalam pernyataan persnya, kemarin.

Baca Juga : Jaksa Agung Kebanyakan Omdo

Kedua, Sitti menyebut, hal itu merupakan pernyataan pribadi, bukan atas nama lembaga. "Statemen tersebut adalah statemen pribadi saya dan bukan dari KPAI. Dengan ini saya mencabut statemen tersebut,” ucapnya.

Ketiga, Sitti meminta seluruh pihak berhenti menviralkan pernyataannya. "Saya memohon kepada semua pihak untuk tidak menyebarluaskan lebih jauh atau malah memviralkannya," pintanya.

Ketua KPAI Susanto mengakui, narasi Sitti sangat kontroversial. "Iya. Bu Hikmah sampaikan maaf di grup komisioner. Narasi berita tersebut menimbulkan kontroversi di media sosial dan masyarakat," kata Susanto. 

Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ace Hasan Syadzily, angkat bicara mengenai polemik ini. Dia mengimbau semua pihak mengembalikan masalah ini ke aturan perundang-undangan yang berlaku.

Keanggotaan KPAI dibentuk berdasarkan amanat UU 35/2014. Dalam UU itu, disebutkan mekanisme pemberhentian anggota KPAI. "Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota KPAI diberhentikan oleh Presiden atas usul KPAI melalui Menteri," begitu bunyi Pasal 21.

Baca Juga : Pramono Bilang Maunya Jokowi

Dalam Pasal 23 disebutkan, komisoner KPAI diberhentikan tidak dengan hormat karena dua hal. Pertama, dijatuhi pidana karena bersalah melakukan tindak pidana kejahatan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Kedua, melanggar kode etik KPAI.

Pasal 24-nya menjelaskan, pemberhentian tidak dengan hormat anggota KPAI dilakukan setelah yang bersangkutan diberi kesempatan untuk membela diri di hadapan Dewan Etik KPAI yang dibentuk KPAI. [FAQ]