Rano Tak Pernah Lihat Fisik Uang 7,5 M dari Wawan di Pilkada Banten 2011

Rano Karno (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Rano Karno (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kasus TPPU yang melibatkan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan terus bergema. Dalam persidangan yang dilakukan Senin (24/2), JPU menghadirkan Rano Karno sebagai saksi. Dalam kesempatan itu Rano membantah tuduhan yang diarahkan padanya terkait dana Pilkada Banten 2012.

Rano juga menyangkal pengakuan Djadja Buddy Suhardja, mantan Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Banten, yang menyebut adanya aliran dana sebesar Rp 700 juta. Ia juga menyinggung keterangan Djaja yang berbeda jauh dari Dadang Priyatna yang mengaku telah dimintai sejumlah uang oleh Djaja dengan mengatasnamakan Rano Karno.         

Berita Terkait : Kena Denda Cicilan Ratusan Miliar, Wawan Minta Tolong ke Majelis Hakim

Rano juga menolak pernyataan eks pegawai PT Bali Pacific Pragama (BPP), Ferdy Prawiradireja, yang disebut telah menyerahkan uang sebesar Rp 1,5 miliar dengan menggunakan mata uang rupiah dalam sebuah tas kertas (paper bag).         

Ditemui wartawan di Gedung DPR, Rabu (26/2), Rano Karno kembali menjelaskan perkara Rp 7,5 miliar terkait penyelenggaraan Pilkada Banten pada 2011. Ia mengaku tak pernah melihat bentuk fisik bantuan keuangan dari Wawan dalam rangka pemenangan pilkada Banten saat dirinya berpasangan dengan Ratu Atut Chosiyah.        

Berita Terkait : Betah di Senayan, Rano Tak Niat Nyagub di Banten Lagi

"Seluruh lalu lintas keuangan diatur Agus Uban dan pertanggungjawaban penggunaannya dilaporkan langsung Agus Uban kepada Saudara Wawan selaku Ketua Tim Pemenangan. Saya hanya dilapori soal jumlah alat peraga kampanye yang dibutuhkan, skema pendistribusian, dan rencana anggarannya," jelas Rano.        

Dalam persidangan Senin lalu, Majelis Hakim ikut mengonfirmasi keterangan Rano pada saksi Yayah Rodiyah saat berkunjung ke kediaman Rano Karno. Yayah mengaku tak pernah melihat terjadinya penyerahan uang kepada Rano dalam pertemuan tersebut. Yayah mengaku hanya menyerahkan uang kebutuhan pilkada Banten itu pada Agus Uban, salah satu anggota tim pemenangan yang dikomandoi TCW. [QAR]