Soal PAW Harun Masiko

Komisioner KPU Bantah Diajak Ngomong

Komisioner KPU Evi Novida Ginting. Foto: Twitter @KPU_ID
Klik untuk perbesar
Komisioner KPU Evi Novida Ginting. Foto: Twitter @KPU_ID

RMco.id  Rakyat Merdeka - Komisioner KPU Evi Novida Ginting dicecar tujuh pertanyaan dalam pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rabu (26/2). 

Eva diperiksa dalam kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR yang menjerat eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan eks caleg PDIP Harun Masiku. 
Dari tujuh pertanyaan itu, salah satu yang dicecar penyidik terhadap Evi adalah soal tugas-tugasnya sebagai Komisioner KPU.

"Kan semua yang ditanyakan sesuai dengan tugas-tugas saya sebagai Divisi Teknis, kemudian apa yang saya ketahui terkait dengan proses rekapitulasi suara, penetapan calon terpilih, seperti itu saja," ujar Evi usai pemeriksaan. 

Berita Terkait : Digarap KPK Lagi, Hasto Kristiyanto Sumringah

Materi pemeriksaan Rabu ini, lanjut Evi, sebenarnya merupakan materi lanjutan dari pemeriksaan pertamanya pada Jumat (24/1) lalu. 
“Penambahan pendalaman saja, sehingga ya tentu kami jika ingin diminta keterangan sangat ingin membantu KPK untuk bisa dapat keterangan yang sejelas-jelasnya,” tuturnya. 

Evi diperiksa sebagai saksi untuk dua tersangka, yakni Wahyu Setiawan dan Saeful. Dia membantah pernah berkomunikasi dengan Wahyu Setiawan soal pengajuan Harun Masiku menjadi pengganti Nazarudin Kiemas di DPR. 

"Enggak ada. Semua sudah saya sampaikan ke penyidik. Ya mungkin media juga sudah tahu ya, enggak ada komunikasi apa-apa, kita hanya balas surat saja," tegasnya. Evi juga menyatakan tak pernah bertemu dengan Harun. "Enggak pernah, enggak pernah," elaknya. 

Berita Terkait : Sebulan Buron, Harun Masiku Masih Hidup?

Saat pemeriksaan, Evi mengaku sempat bertemu dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Evi menyebut sempat berbincang dengan Hasto. "Ya, saya lihat. Ya ngobrol biasa saja lah," tutur Evi.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Wahyu ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penerimaan suap penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024. Tak hanya Wahyu Setiawan, KPK juga menetapkan 3 tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Yakni mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, mantan Caleg PDIP Harun Masiku, dan Saeful pihak swasta. Harun hingga kini masih buron.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Berita Terkait : Kembangkan Kasus Harun Masiku, KPK Periksa Komisioner KPU SumselĀ 

Wahyu diduga sudah menerima Rp 600 juta dari permintaan Rp 900 juta. Dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp 400 juta. [OKT]