RMco.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto rampung diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Hasto keluar dari lobi Gedung Merah Putih KPK pukul 14.00 WIB, atau empat jam setelah kedatangannya di markas komisi pimpinan Firli Bahuri cs itu. Namun dia mengaku, hanya diperiksa selama 2,5 jam. 

"Keterangan telah saya berikan dengan sebaik-baiknya. Efektif itu 2,5 jam karena diselingi istirahat siang dengan makan siang menunya makanan Manado," ujar Hasto usai pemeriksaan, Rabu (26/02). 

Setelah makan siang, Hasto mereview atau menilik ulang berita acara pemeriksaan (BAP) sebelumnya. Baru, dia keluar. Dalam pemeriksaan, Hasto dicecar 14 pertanyaan. Tapi dia menolak membeberkan materi pemeriksaan. 

Baca Juga : Dari Hong Artha, KPK Gali Aliran Uang Suap Selain ke Amran dan Damayanti

"Ya karena ini undangan yang diberikan ke saya sifatnya rahasia tadi saya tanya penyidik, 'kalau ditanya teman-teman pers bagaimana?'. (Dijawab) nanti pihak KPK yang akan memberikan keterangan yang berkaitan materi tersebut, karena ini semua masih dalam proses," ungkapnya. 

Yang pasti, Hasto menjelaskan, PDI Perjuangan memiliki legalitas mengajukan Harun Masiku sebagai pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR.

Menurutnya, pengajuan Harun Masiku sebagai PAW anggota DPR itu mengacu pada Undang-Undang dan keputusan Mahkamah Agung (MA).

"Semua berangkat pada di mana PDIP memiliki legalitas berdasarkan aturan Undang-Undang dan juga dikuatkan oleh keputusan MA dan fatwa MA terhadap penetapan calon anggota legislatif terpilih. Dan kami menjalankan itu sebagai bagian dari keputusan partai," bebernya. 

Baca Juga : Duta Besar Al Busyra Basnur Luncurkan Buku “ETHIOPIA”

Sebagai Sekjen PDI Perjuangan,  Hasto menyatakan hanya menjalankan keputusan itu dengan sebaik-baiknya. Sebab, Sekjen memang diberikan tanggung jawab untuk menjalankan keputusan itu.

"Sebagai Sekjen saya jalankan keputusan itu dengan sebaiknya dan tentu saja di dalam menjalankan keputusan itu melekat suatu tanggung jawab yang harus dijalankan sebagai sekjen," ucapnya.

Hasto tak mau berkomentar soal Harun Masiku yang masih buron. Dia meminta wartawan menanyakannya kepada pihak KPK. 

Begitu pun, saat ditanya soal rencana DPR membentuk Panja terkait Harun Masiku. "Saya bukan anggota DPR, saya tidak ikut itu. Kita serahkan di DPR," selorohnya. 

Baca Juga : Kini, Pertamax Turbo Hadir di Sinjai, Sulawesi Selatan

Hasto  kemudian menyatakan siap dipanggil kapanpun oleh tim penyidik jika keterangannya masih dibutuhkan. Menurut Hasto, PDIP berkomitmen dalam mentaati seluruh proses hukum yang berlaku.

"Intinya saya mengikuti seluruh proses hukum saya memenuhi panggilan sebagai saksi itu dan saya berikan kesaksian sebaik-baiknya," tutup dia. [OKT]