RMco.id  Rakyat Merdeka - Kebijakan Arab Saudi menyetop kedatangan jamaah umroh untuk sementara waktu, demi mencegah berjangkitnya wabah virus Corona alias Covid-19 di negara tersebut, membikin kaget banyak kalangan.

Sebab, jadwal keberangkatan jamaah umroh umumnya sudah direncanakan jauh-jauh hari.

Terkait hal ini, Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily mengatakan, pemerintah Arab Saudi mestinya sudah sangat siap menghadapi penyebaran virus Corona, seperti yang pernah dialaminya pada tahun 2013. Saat Middle East Respiratory Syndrome (MERS) melanda.

Baca Juga : Banteng Masih Sabar

Seperti dikutip situs Kementerian Kesehatan, MERS adalah penyakit pernafasan yang disebabkan sebuah virus Corona jenis baru (novel coronavirus), sehingga dinamai MERSā€CoV (Mei 2013).

"Terus terang, kami sangat kaget ya dengan kebijakan Arab Saudi, yang menghentikan sementara calon jamaah umrah akibat virus Corona," ujar Ace lewat pesan tertulis yang diterima redaksi RMco.id, Kamis (27/2).

"Yang kami pikirkan, tentu para jemaah umroh yang sudah diagendakan untuk melakukan pemberangkatan saat ini. Tentu, mereka sangat berharap bisa berangkat sesuai dengan schedule yang telah ditetapkan oleh travel," imbuhnya.

Baca Juga : PKS Adem Ayem

Meski begitu, Ace menyadari, pihak Arab Saudi memiliki pertimbangan kuat dalam menerbitkan kebijakan tersebut.

"Arab Saudi kan memang setiap hari didatangi warga negara lain dari seluruh dunia, untuk melaksanakan ibadah umroh. Termasuk, jamaah muslim dari China. Yang harus dijelaskan, sampai kapan kebijakan ini akan diterapkan pemerintah Arab Saudi? Apakah memang di Arab Saudi sendiri, sudah teridentifikasi para jamaah umroh yang terpapar virus Corona?" papar Ace.

Mengenai kemungkinan penyebaran virus Corona di antara para jamaah umroh, Ace mengaku sudah bertemu dengan Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Eka Yusuf Singka.

Baca Juga : Pake Masker Unik, Maradona Tetap Kepatil Corona

"Saya sudah meminta, agar sosialisasi kewaspadaan terhadap merebaknya virus Corona ini, terus ditingkatkan. Termasuk, kiat-kiat agar terhindar dari penularan virus ini," pungkas Ace.

Virus Corona yang pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China kini telah menginfeksi lebih dari 82 ribu orang dan merenggut 2.801 nyawa di lebih dari 45 negara di dunia. Dengan mayoritas kasus terjadi di China, jumlah pasien yang berhasil sembuh telah mencapai 33.206 orang. [HES]