Ajak Masyarakat Tak Mudah Termakan Hoaks

Mahfud MD Pastikan RI Masih Zero Virus Corona

Mahfud MD (Grafis: Iyong/RM)
Klik untuk perbesar
Mahfud MD (Grafis: Iyong/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menko Polhukam Mahfud MD memastikan sampai saat  ini belum ada masyarakat Indonesia di dalam negeri positif  terjangkit Virus Corona. Ditegaskannya, berbagai kabar beredar di media sosial dipastikannya hoaks.  

“Jangan percaya pada berita  hoaks, sampai hari ini Indonesia termasuk yang masih zero. Zero dari virus corona itu. Coba kalau ada, di mana itu ada virus corona. Itu kan cuma orang mau bikin isu. Saya tidak tahu kalau besok lusa, tapi sampai hari ini tidak ada,” kata Mahfud, di Yogyakarta, kemarin.       

Belakangan ini banyak kalangan baik dari luar dan dalam negeri meragukan kebenaran jika di Indonesia belum ditemukan kasus corona di Indonesia. Bahkan, tidak sedikit netizen, menuding pemerintah Indonesia menutup-nutupi kasus virus corona. Keraguan itu antara lain dipicu beredarnya kabar di media sosial tentang adanya masyarakat Indonesia yang telah terjangkit virus corona.       

Berita Terkait : Loket Pelayanan KBRI Seoul Sudah Buka Lagi

Menurut Mahfud, jika keberadaan kasus virus corona atau Covid-19 sudah ditemukan di Indonesia, maka  setidaknya sudah muncul korban dengan ciri-ciri khusus yang menyertainya. “Wong ciri (orang positif corona) kan jelas didahului dengan panas, sesak napas, ininya hidungnya meleleh-leleh karena  virus. Ini tidak ada orang yang penyakitnya seperti itu. Enggak ada,” tegasnya.        

Soal 232 orang dicurigai suspect corona, Mahfud menjelaskan, ratusan orang itu datang ke ruamh  sakit karena meminta ingin diperiksa. Hal itu dipicu karena mereka ketakutan terjangkit corona. Tetapi, ternyata hasilnya negatif.        

Namun demikian, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu  mengimbau masyarakat mewaspadai peredaran virus tersebut dan  mengenali gejala-gejalanya. “Kita berdo’a mudah-mudahan  tidak ada kasus corona sampai  dengan seterusnya,” jelasnya. 

Berita Terkait : Thailand Umumkan Kasus Kematian Pertama Akibat Virus Corona

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika  (Kemenkominfo) belum lama ini  menyampaikan menemukan 127 hoaks terkait penyebaran virus corona. Konten hoaks itu beraneka ragam mulai dari penyebaran virus yang salah sampai dikaitkan dengan masalah keagamaan. Menindaklanjuti maraknya hoaks, Kemenkominfo juga  telah menyampaikan himbauan  agar tidak menyebar informasi  yang belum jelas sumbernya  terkait corona.        

Sementara itu, Dewan Pakar  Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia dan Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia Hermawan Saputra menyebutkan  beberapa alasan yang membuat virus corona belum terdeteksi di  Indonesia. Antara lain, sebagian  masyarakat Indonesia tidak tahu gejala penyakit akibat virus  tersebut. “Ini masih praduga, bisa saja ada yang tidak tercatat, sudah terinfeksi, meninggal dunia, tapi tidak pernah diperiksa karena keluarga tidak rela diautopsi,” kata Hermawan.        

Faktor lain, lanjut Hermawan, ada orang yang mengidap virus tersebut tidak merasakan sakit  apa pun. Karena, orang yang terinfeksi corona tidak selalu meninggal, tidak selalu menunjukkan gejala pada umumnya. Dan, faktor lainnya, memang  Indonesia masih bebas corona. Karena, lokasi Indonesia jauh dari lokasi terdampak virus sehingga membuat penyebaran virusnya cukup sulit. [DIR]