Proses Observasi Pekerja Kapal Diamond Princess Dan World Dream Dipisah

Proses Observasi Pekerja Kapal Diamond Princess Dan World Dream Dipisah
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Proses observasi pekerja kapal Diamond Princess dan World Dream di Pulau Sebaru Kecil akan dilaksanakan secara terpisah.

Hal itu disampaikan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya Yudo Margono.

Berita Terkait : Australia Umumkan Kematian Pertama Akibat Virus Corona

“Untuk kegiatan mereka di Pulau Sebaru Kecil, tidak boleh disatukan, mereka diberikan sekat," kata Yudo, Senin (2/3).

Menurut Yudo, tim Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) telah menyiapkan tenda tambahan pendukung untuk akomodasi.

Berita Terkait : Pesawat Penjemput ABK Diamond Princess Mendarat di Haneda

Peserta observasi dari 188 pekerja kapal World Dream dari Hong Kong sudah memulai proses observasi sejak Jumat (28/2). Sementara 69 pekerja kapal Diamond Princess dari Yokohama, Jepang akan memulai proses observasi pada Senin (2/3).

“Semua tim observasi dari Kementerian Kesehatan dan Batalyon Kesehatan sudah siap untuk menangani," tegas Yudo.

Berita Terkait : Pemerintah Pulangkan 68 WNI Kru Diamond Princess, 2 WNI Pilih Tetap di Jepang

Peserta observasi kapal World Dream didampingi 87 petugas kesehatan, sementara peserta observasi kapal Diamond Princess didampingi 80 petugas kesehatan.

“Waktu observasi masih sama, 14 hari. Jika ada perubahan, tergantung kebijakan Menteri Kesehatan," kata Yudo. [WHY]