RMco.id  Rakyat Merdeka - Anggota DPD Fahira Idris dipolisikan terkait dugaan penyebaran hoaks soal pengawasan virus corona di berbagai wilayah di Indonesia. Dia dilaporkan Ketua Umun Cyber Indonesia Muanas Alaidid.

"Kemarin sekitar pukul 17.00 WIB, ada laporan masuk dari seorang pelapor inisialnya M, kerjanya advokasi dia melaporkan akun Twitter @fahiraidris ya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar, Yusri Yunus di Jakarta, Senin (2/3).

Laporan itu bernomor LP/1387/III/Yan.2.5/ 2020/SPKT/PMJ tertanggal 01 Maret 2020. Menurut dia, pelapor mempermasalahkan satu kalimat dalam unggahan Fahira tentang adanya pengawasan terhadap pasien di berbagai wilayah.

Berita Terkait : Bohong Demi Pandemi

Sebelumnya, Muanas selaku pelapor menyebut unggahan Fahira itu telah membuat gaduh dan meresahkan masyarakat.

"Unggahan ini menimbulkan kegaduhan dan meresahkan, konten itu sempat diprotes netizen bahkan menjadi trending topik di twitter dengan tagar #tangkapfahiraidris," kata Muanas.

Kemudian soal alasan Fahira bahwa dirinya sudah mengklarifikasi kabar bohong itu dan menurutnya hanya mengutip dari media online serta sudah menghapus kontennya, menurut Muannas itu sangat tidak berdasar dan tidak menghilangkan sifat melawan hukum.

Berita Terkait : China Uji Tahap I Vaksin Corona Semprot Hidung

Menurut dia, Pasal yang dilaporkan yakni Pasal 14 dan 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 ayat 2 Jo. Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Sebelumnya, Fahira melalui akun Twitternya @fahiraidris mengomentari soal tagar #tangkapfahiraidris terkait cuitannya tentang corona. Dia pun mengaku siap dipolisikan.

“Dear Buzzer, I Love You. Salah satu modal masuk ke dunia politik, harus punya mental setebal baja. Kalau hanya seukuran martabak tipis kering, bisa habis kita dimakan. Kita harus siap di kritik, di bully, sampai dilaporkan ke polisi.. Mhn doa sahabatku, smg sy tetap istiqomah,” tulis Fahira. [DIT]