Dijamu Makan Malam, Jamaah Umroh RI Tidak Perlu Panik

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel (ketiga kanan) bersama Gunadi (kemeja putih) saat dijamu makan malam oleh kedubes RI di Arab Saudi.
Klik untuk perbesar
Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel (ketiga kanan) bersama Gunadi (kemeja putih) saat dijamu makan malam oleh kedubes RI di Arab Saudi.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kondisi di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, terlihat masih ramai. Jamaah umroh Indonesia, secara umum dalam kondisi sehat.

Penjagaan keamanan oleh Kepolisian Arab Saudi masih seperti biasa. 

Hal itu disampaikan oleh jamaah umroh Indonesia, Gunadi kepada RMco.id, Senin (2/03) malam. 

“Kondisi masih aman. Madinah dan Mekkah masih ramai. Penjagaan pun masih seperti biasa. Tidak ada intensitas dalam penjagaan disana,” kata Gunadi, warga Taman Jatimakmur Indah ini. 

Berita Terkait : KBRI Riyadh Pantau Keberadaan Jamaah Umroh, Inilah Aturan Saudi

Gunadi dan rombongan umrohnya tiba di Madinah, pada 25 Februari 2020. Bersama rombongan, Ia bertemu dengan Dubes Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel dikediamannya.

Di sana, rombongan jamaah umroh Indonesia dijamu makam malam dan minum teh hangat oleh perwakilan Dubes RI Arab Saudi.  

“Alhamdulillah, saya bersama jamaah bisa berangkat umroh pada 25 Februari, dan diterima Pak Maftuh, Dubes RI Untuk Arab Saudi Pukul 6 pagi waktu Arab. Kami dijamu makan malam sambil berbincang bincang. Saya senang bisa diterima Pak Dubes,” cerita Gunadi 

Terkait penyebaran virus mematikan asal China, Gunadi mengatakan, Pak Maftuh mengimbau jamaah umroh Indonesia yang berada di Madinah dan Mekkah tidak perlu panik. 

Baca Juga : Erick Puji Langkah Cepat Telkom Dalam Perlindungan Keselamatan Kerja

Di mana dalam satu hadist yang diikuti kerajaan Arab Saudi tentang penyakit menular Rasulullah bersabda, ‘Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu," (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

“Ini yang disampaikan oleh Dubes RI untuk Arab Saudi kepada kami setelah bertemu dengan menteri luar negeri Arab Saudi,” terangnya. 

Selain itu, lanjut Gunadi, Pak Maftuh juga bilang banyak berita yang dibesar-besarkan dan hoax, terkait corona.

Sejak 26 Februari, Ia memperkirakan jumlah jamah umroh Indonesia yang masuk ke Madinah, sekitar 3.000 sampai 5.000 jamaah. 

Baca Juga : Bamsoet Harap Puteri Indonesia Jadi Duta Empat Pilar MPR

“Jumlah jamaah Indonesia yang terakhir masuk tanggal 26. Di  tanggal 27 sudah tidak boleh masuk. Pak Dubes juga bilang banyak berita yang dibesar-besarkan dan hoax,” katanya. 

Diketahui, Pemerintah Arab Saudi memberlakukan larangan sementara bagi masyarakat yang ingin melakukan ibadah umroh di Makkah dan Madinah, mulai 26 Februari 2020 hingga 13 Maret 2020. 

Pelarangan itu tertera di dalam surat edaran yang dikirim Arab Saudi kepada seluruh biro travel umrah di seluruh dunia. [FIK]