Jangan Panik

Presiden dan Menkes Saja Masih Tersenyum

Presiden Jokowi didampingi Menteri Kesehatan Terawan  Agus Putranto mengumumkan dua warga Depok yang positif terjangkit virus corona di Veranda Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/3). (Foto: Randi Tri Kurniawan/RM)
Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan dua warga Depok yang positif terjangkit virus corona di Veranda Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/3). (Foto: Randi Tri Kurniawan/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kabar ada dua warga Depok yang positif terjangkit virus corona sangat mengagetkan. Namun, kita tidak perlu panik. Tetap harus tenang dan waspada. Contohlah Presiden Jokowi dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang tetap tersenyum tapi berkomitmen serius mengantisipasi persoalan ini.

Pengumuman adanya warga Depok terjangkit corona disampaikan Presiden Jokowi, di Veranda Istana Merdeka, kemarin. Jokowi didampingi Menteri kesehatan, Terawan Agus Putranto; Sekretaris Kabinet, Pramono Anung; dan Mensesneg, Pratikno. Mereka duduk berjejer, membentuk setengah lingkaran menghadap awak media.

Jokowi sesekali melempar senyum. Terawan, yang duduk di sampingnya, juga senyum. Sedangkan Pratikno dan Pramono terlihat manggut-manggut.

Meski terlihat tenang, bukan berarti negara main-main menghadapi virus mematikan asal Wuhan, China, tersebut. Di awal penjelasannya, Jokowi memaparkan keseriusan pemerintah menangkal corona. Jokowi menerangkan, Pemerintah selalu mengikuti protokol kesehatan WHO secara ketat, jauh hari sebelum Indonesia dinyatakan positif terpapar corona.

Jokowi kemudian mencontohkan proses evakuasi 238 WNI dari Wuhan. “Kita mengevakuasi juga dengan prosedur protokol yang ketat, ke Na tuna,” kata Jokowi. Prosedur serupa diterapkan pada 188 WNI yang di evakuasi dari Kapal Pesiar World Dream, pekan lalu. Juga 69 WNI yang baru dievakuasi dari Diamond Princess. “Ini menunjukkan keseriusan pemerintah,” tegas Jokowi.

Berita Terkait : Masker Dimainin Mafia, Sembako Mau Diborong

Setelah itu, Jokowi baru menyebut ada dua warga Indonesia yang positif terinfeksi. Dia adalah seorang ibu berusia 64 tahun dan anaknya yang berusia 31 tahun. Keduanya diketahui berinteraksi dengan warga Jepang yang sudah terinfeksi lebih dulu. Warga Jepang ini tinggal di Malaysia. “Di cek oleh tim kita, pada posisi yang sakit,” ucap Jokowi.

Saat ini, kata Jokowi, Pemeritah sudah menyiapkan 100 rumah sakit yang memiliki kemampuan isolasi dan peralatan medis sesuai standar Internasional. Jokowi juga sudah membentuk tim gabungan untuk penanganan corona. Terdiri dari unsur TNI, Polri, dan ma syarakat sipil. “Ini tidak pernah saya sampaikan,” ungkap Jokowi.

Anggaran untuk penanganan virus corona sudah stand-by. Terawan meminta masyarakat tidak heboh. Menurutnya, tidak semua orang yang kontak langsung dengan pengidap virus corona langsung tertular. Hal itu tergantung daya tahan tubuh masing-masing.

“Kalau semua orang merasa akan sakit, itu menurunkan imunitas tubuhnya dan itu tidak baik untuk masyarakat,” ujarnya saat mengunjungi RSIP Sulianti Saroso, Jakarta Utara kemarin, tempat dua warga Depok yang terinfeksi corona dirawat.

Terawan juga melihat dua sisi positif dari kejadian ini. Pertama, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes terbukti mampu mendeteksi keberadaan virus corona di Indonesia. Kedua, Balitbangkes kini memiliki sampel cairan tenggorokan hasil tes SWAB dari kedua warga Depok yang positif virus corona tersebut.

Berita Terkait : Jokowi Pastikan, Pemberian Insentif Pariwisata Tak Tambah Penyebaran Corona

Cairan tersebut bisa dijadikan bahan riset untuk pembuatan vaksin. Sejauh ini, terang Terawan, kondisi pasien yang terinfeksi corona dalam keadaan baik. “Enggak ada demam, enggak ada sesak napas. Makan juga enak,” ucap Terawan.

Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko, ikut mengimbau agar masyarakat tidak panik. Dia meminta masyarakat mempercayakan ke pemerintah dalam penanganan penyakit ini. “Jangan panik. Kita hadapi bersama-sama dengan tenang. Percayakan ke pemerintah, pemerintah pasti mengambil langkah-langkah meningkat lagi, kita transparan, tidak tertutup,” ujar Moeldoko, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, kemarin.

Namun, sikap cemas dan waswas masyarakat memang tidak bisa ditutupi. Contohnya di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan, Jakarta dalam kondisi genting.

“Kita menyadari ini situasi urgent atau situasi genting. Karena itu segalanya harus dikerjakan dengan cepat dan harus responsif,” ucap Anies, di Balai Kota, kemarin.

Menurut Anies, dengan penemuan positif corona di Depok, membuat beberapa fasilitas umum di Jakarta, yang sering digunakan masyarakat Jabodetabek, perlu mendapat perhatian. Sebab, setiap hari warga Jabodetabek keluar masuk Jakarta. untuk jaga-jaga, Pemprov DKI akan menyediakan alat untuk mencuci tangan dan alat pengukur suhu akan dipasang di lokasi transportasi publik.

Berita Terkait : Wakil Presiden Iran Masoumeh Ebtekar Terjangkit Virus Corona

“MRT, TransJakarta, semua siapkan langkah praktis nanti anda sudah temui di lapangan ada untuk pencuci tangan pembersih tangan, termal gun untuk ukur suhu, semua disiapkan. Semua akan kita siapkan,” kata Anies.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menetapkan wilayahnya siaga satu virus corona. “Kita sekarang posisinya siaga satu di Jabar,” katanya, di Sentul, Bogor, kemarin. Ia pun meminta warganya segera konsultasi ke rumah sakit utama jika mengalami sakit. [SAR]