Merapi Meletus, Penerbangan di Solo Dialihkan Wilayah Tak Terdampak

Letusan Gunung Merapi (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Letusan Gunung Merapi (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Meletusnya Gunung Merapi mengakibatkan terjadinya penutupan sementara Bandara Internasional Adi Soemarmo. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto sudah menginstruksikan untuk menutup operasional Bandara Adi Soemarmo, Solo per hari ini, Selasa (3/3).

Berdasarkan hal tersebut, AirNav Indonesia telah mengeluarkan Ashtam nomor VAWR 9293 dan Notam Aerodrome Closed guna memberikan petunjuk bagi penerbang yang melalui wilayah erupsi Gunung Merapi. Pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi untuk memastikan keselamatan penerbangan.

Berita Terkait : Penutupan Bandara Adi Soemarmo, Solo Diperpanjang Hingga Pukul 13.30 WIB

“Kami akan terus memantau perkembangan yang ada. Untuk penerbangan, hingga saat ini masih Bandara Solo yang terdampak dan telah dilakukan penutupan penerbangan sementara. Namun, untuk penerbangan, kami telah mengalihkan penerbangan ke wilayah yang tidak terkena dampak erupsi," katanya, Selasa (3/3).

Berdasarkan data Ashtam VAWR 9293 yang dikeluarkan AirNav Indonesia, aktivitas Gunung Merapi menunjukkan amplitudo sebesar 75 mm dengan durasi 450 detik. Kolom letusan setinggi kurang lebih 6.000 m dengan pergerakan 15 knot ke arah timur dan 10 knot ke arah barat daya. Sedangkan, untuk Notam Aerodrome Closed, Bandara Solo ditutup penerbangannya pada pukul 09.25 WIB dan akan dilakukan update kembali dalam waktu dekat.

Baca Juga : Ini Imbauan Disdik DKI Soal Peningkatan Kewaspadaan Corona

“Kami akan terus melakukan koordinasi dengan AirNav Indonesia untuk memastikan aktivitas penerbangan tetap berjalan normal, berikut dengan stakeholder penerbangan. Tetap dengan memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan," jelasnya.

Berdasarkan Ashtam VAWR 9293, aktivitas erupsi Gunung Merapi menunjukkan level Red/Awas, yang berarti gunung berapi menunjukkan erupsi vulkanik sedang berlangsung. [KPJ]