Setelah Corona Masuk Indonesia

Di Atas Tenang, Di Bawah Tegang

Presiden Jokowi (kiri) dan Menteri Sekretatis Negara Pratikno saat memberikan penjelasan soa virus corona di Istana Negara, Senin (2/3). (Foto: Randi Tri Kurniawan/RM)
Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi (kiri) dan Menteri Sekretatis Negara Pratikno saat memberikan penjelasan soa virus corona di Istana Negara, Senin (2/3). (Foto: Randi Tri Kurniawan/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sehari setelah diumumkannya dua warga Depok positif terinfeksi virus corona, Presiden Jokowi dan jajarannya tetap tenang dan terus menenangkan rakyat. Tapi, di bawah tetap saja ada yang tegang. Ada rumah sakit dan pemilik club yang “merumahkan” karyawannya, bahkan ada murid SD yang enggan menyalami gurunya.

Ketegangan Presiden itu, salah satunya terlihat dari aktivitas yang masih berjalan normal di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Saat menjumpai wartawan di beranda Istana Merdeka, Jokowi terlihat tenang dan tidak mengenakan masker. Begitu pun dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang ada di sampingnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi berusaha menenangkan masyarakat. Kendati demikian, dia juga minta masyarakat tetap waspada. “Tetap tenang, beraktivitas seperti biasa,” imbau Jokowi. Sebab, kata Kepala Negara, gejala virus corona ini mirip flu. “Faktanya sebagian pasien baik di RRT, Wuhan, kemudian di Jepang, Iran, dan Italia sudah hampir semuanya pasien dapat sembuh dan pulih,” katanya.

Sejauh ini, pemerintah terus melacak semua orang yang sempat berhubungan dengan dua orang yang sudah positif corona itu. Hal itu untuk mencegah penularannya meluas.

Berita Terkait : Jokowi: Yang Timbun Masker Akan Berurusan dengan Polisi

“Kita sudah tahu siapa-siapa dan sudah dilakukan pengawasan terhadap yang telah berhubungan dengan kasus satu dan kasus dua,” sebut Jokowi, seraya mengajak masyarakat ikut mendoakan pasien yang telah terpapar corona bisa kembali pulih.

Jokowi berpesan agar semua pihak menghormati privasi pasien positif virus corona untuk menjaga kondisi psikologis pasien. Mantan Gubenur DKI Jakarta itu meminta masyarakat untuk tidak memborong kebutuhan sembako karena panik. Sebab, tindakan ini justru akan membuat kelangkaan kebutuhan pokok. “Justru itu yang bikin langka,” tegas nya.

Pemerintah menjamin ketersediaan bahan pokok, obat hingga masker. ia juga telah memerintahkan kepolisian untuk menindak tegas penimbun masker dan menjualnya harga tinggi.

Meskipun aktivitas di istana masih berjalan normal, ada satu pemandangan yang berbeda, sehari sejak diumumkannya dua warga Depok positif corona. Jika biasanya, pengunjung hanya melewati pemeriksaan menggunakan mesin xray, untuk mengecek barang bawaan.

Sejak kemarin ada tambahan pemeriksaan, yakni menggunakan thermogun. Alat pengukur suhu tubuh mirip pistol itu ditodongkan oleh petugas Detasemen Kesehatan (Denkes) Paspampres tepat di kening siapa pun yang memasuki Kompleks Istana, mulai dari tamu, pegawai, Paspam pres, wartawan, pejabat hingga menteri yang memasuki kawasan ring 1 itu.

Berita Terkait : Alhamdulilah Kasus Corona Menurun, China Tutup Satu RS Darurat

Hanya Presiden yang tidak. “Presiden kan sudah (punya) dokter pribadi ya,” kata Deputi Protokol, Pers, dan media Setpres Bey Machmudin di Kompleks istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, kemarin.

Bey bilang, presiden juga diperiksa. Tapi langsung oleh tim dokter kepresidenan. “Beliau ada jadwal rutin pemeriksaan,” jelasnya.

Pemeriksaan suhu tubuh ini tersebar di sejumlah titik. mulai dari gerbang utama Kementerian Sekretariat Negara, pintu masuk transisi dari Sekretariat negara menuju kompleks istana atau lazim disebut pintu kaca, pintu masuk dari Jalan Veteran III dan gerbang pemeriksaan menuju istana negara.

Pemindaian ini dilakukan secara berlapis. Sehingga setiap yang masuk, bisa diperiksa lebih dari satu kali. Suhu tubuh pengunjung yang melampaui 37,5 derajat celcius, akan dilarang masuk.

Rencananya, protokol kesehatan ini akan diberlakukan selama dua minggu. Selain memindai suhu tubuh, siapapun yang memasuki kompleks istana diwajibkan membilas tangannya menggunakan cairan pembersih tangan dan tisu yang disediakan di dekat lokasi pemeriksaan suhu tubuh.

Berita Terkait : Anies Pastikan Terus Pantau Potensi Penularan Corona

Menteri-menteri terpantau ikut dipindai menggunakan thermogun itu, kemarin. Antara lain Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menkominfo Johnny G. Plate, Menkop UKM Teten Masduki hingga Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Jika di atas tenang, beda dengan di bawah. masyarakat tampak panik dengan kabar dua orang warga Depok positif corona. Selain terjadinya panic buying masker dan bahan makanan, murid sekolah di Depok juga enggan bersalaman dengan gurunya karena takut corona yang disebut bisa menular melalui salaman.

32 karyawan restoran Amigos, Kemang, yang pernah didatangi warga Negara Jepang yang positif corona juga diperiksa satu persatu. Untuk sementara, mereka dinyatakan clear dari virus corona dari indikasi fisik mau pun wawancara. Tinggal me nunggu hasil tes tenggorokan, sekitar 1 pekan mendatang. Seluruh sampel air liur karyawan akan diperiksa di Laboratorium Balitbangkes.

Sementara di Cianjur, masyarakat dibuat panik dengan kabar meninggalnya seorang pasien suspect corona. Meskipun pasien tersebut telah dinyatakan negatif corona. Corona juga membuat kerjaan pe gawai LRT bertambah. Sebab, haru membersihkan setiap sisi yang kerap bersentuhan dengan penumpang. [SAR]