KPK Garap Dua Adik Ipar Nurhadi

Ali Fikri (Foto: Tedy O Kroen/RM)
Klik untuk perbesar
Ali Fikri (Foto: Tedy O Kroen/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - KPK memanggil dua adik ipar eks sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, yakni Rahmat Santoso dan Subhannur Rachman. Kedua orang yang berprofesi sebagai advokat itu digarap sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap dan gratifikasi perkara di MA. Rahmat dan Subhanur diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Hiendra Soenjoto, Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT). 

"Hari ini dijadwalkan pemeriksaan terhadap dua advokat Rahmat Santoso dan Subhannur Rachman sebagai saksi untuk tersangka HS," ujar Plt. Juru Bicara KPK, Ali Fikri, saat dikonfimasi, Rabu (4/3). 

Berita Terkait : Tangkal Virus Corona, Ini Yang Dilakukan KPK

Sebelumnya, pada Selasa (25/2), penyidik KPK telah menggeledah kantor advokat Rahmat Santoso and Partner di Surabaya. KPK juga telah menggeledah kediaman Subhannur di Surabaya pada Rabu (26/2) untuk mencari Nurhadi. Namun, penyidik tak menemukannya. 

Selain Rahmat dan Subhannur, KPK juga memanggil seorang saksi lainnya untuk tersangka Hiendra. Yakni karyawan swasta Thong Lena.

Berita Terkait : Ketua KPK: Ahli Bikin Nasgor, Jago Bikin Puisi

Dalam kasus ini, selain Hiendra, KPK telah menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu Nurhadi dan keponakannya, Rezky Herbiyono (RHE). Ketiga tersangka ini telah dimasukkan dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO), alias jadi buronan. 

Nurhadi dan Rezky ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar terkait dengan pengurusan sejumlah perkara di MA. Sedangkan Hiendra ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. [OKT]