Selidiki Kasus Korupsi

Penyidik KPK Dikandangi Polsek Jember

Selidiki Kasus Korupsi Penyidik KPK Dikandangi Polsek Jember
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan informasi yang menyebut tiga petugasnya sempat diamankan ke Mapolsek Suwomono, Jember, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. 

Ketiga petugas KPK itu diamankan warga setempat dan dibawa ke Mapolsek saat sedang melakukan penyelidikan tertutup yang umumnya berujung pada Operasi Tangkap Tangan (OTT).

"Itu sudah kejadian lama, sudah sekitar dua minggu lalu," ujar Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron saat dikonfirmasi, Rabu (4/03).

Berita Terkait : KPK Garap Dua Adik Ipar Nurhadi

Ghufron mengatakan, peristiwa yang terjadi sekitar pertengahan Februari lalu, itu merupakan kesalahpahaman. 

Tim sendiri saat itu sedang melakukan penyelidikan tertutup yang tidak menginformasikan kepada pihak kepolisian maupun masyarakat sekitar.

"Pada saat mengadakan penyelidikan dengan sistem tertutup, kami kan langsung turun ke masyarakat yang menjadi target untuk mengumpulkan bukti dan keterangan. Pada saat itu, memang ya namanya menggunakan sistem tertutup petugas kami tidak menunjukkan identitas sebagai KPK karena memang silence," beber dia.

Berita Terkait : Tangkal Virus Corona, Ini Yang Dilakukan KPK

Kesalahpahaman ini dapat diselesaikan setelah petugas KPK yang sempat dibawa ke Mapolsek menjelaskan duduk persoalan. Setelah kesalahpahaman diselesaikan, petugas KPK kemudian dilepaskan.

"Setelah sampai di Mapolsek Sumowono kemudian baru dijelaskan dan ya memang sempat dibawa ke Mapolsek namun tidak ada pengeroyokan, tidak ada apa-apa. Tim kami tidak ada yang mengalami apa-apa," ungkap Ghufron.

Lantaran keburu diamankan, Ghufron mengakui, tim yang diterjunkan ke lapangan saat itu tidak mendapat bukti yang diperlukan dalam proses penyelidikan tertutup. 

Berita Terkait : Sambangi Sejumlah Lokasi, KPK Tak Mampu Temukan Harun Masiku

Atas peristiwa ini, pimpinan KPK kemudian mengubahnya menjadi penyelidikan dengan meminta keterangan pihak-pihak terkait. 

Meski demikian, Ghufron tak menjelaskan, secara rinci dugaan korupsi yang sedang diselidiki.

"Karena kemudian tidak bisa menggunakan sistem penyelidikan tertutup, sehingga kemudian sejak seminggu yang lalu, kami ubah dengan penyelidikan terbuka. Ya sudah kita panggil mereka ke KPK, dan sudah dua orang yang dilakukan penyelidikan," tandasnya. [OKT]