Digarap KPK, Adik Ipar Nurhadi dan Pengusaha Thong Lena Mangkir

Plt Juru Bicara, KPK Ali Fikri,
Klik untuk perbesar
Plt Juru Bicara, KPK Ali Fikri,

RMco.id  Rakyat Merdeka - Adik ipar mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi, Subhannur Rachman, mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Subhannur, bersama adik ipar Nurhadi lainnya, Rahmat Santoso, dijadwalkan diperiksa dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA. 

Seorang pengusaha bernama Thong Lena yang dipanggil hari ini juga tak hadir. 

Berita Terkait : KPK Garap Dua Adik Ipar Nurhadi

"Untuk Thong Lena tak hadir tanpa konfirmasi, kami akan panggil ulang, pada kesempatan ini kami sampaikan agar yang bersangkutan kooperatif penuhi panggilan. Yang kedua Subhannur ada konfirmasi, namun meminta waktu untuk jadwal ulang. Nanti akan kami sampaikan lebih lanjut," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (4/03) malam. 

Diketahui, tiga saksi itu diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto. 

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka. Ketiganya yakni Nurhadi, serta menantunya Rezky Herbiyono dan Hiendra Soenjoto. 

Berita Terkait : KPK dan Kemendes Bangun Sistem Awasi Dana Desa

Nurhadi dijerat sebagai tersangka karena yang bersangkutan melalui Rezky Herbiono, diduga telah menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar.

Tercatat ada tiga perkara sumber suap dan gratifikasi Nurhadi. Pertama, perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara. 

Kedua sengketa saham di PT MIT, dan ketiga gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan.

Berita Terkait : Sambangi Sejumlah Lokasi, KPK Tak Mampu Temukan Harun Masiku

Diketahui, Rezky selaku menantu Nurhadi diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT dari Direkut PT MIT Hiendra Soenjoto untuk mengurus perkara itu. Cek itu diterima saat mengurus perkara PT MIT vs PT KBN.

Ketiganya kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) lantaran kerap mangkir saat dipanggil baik sebagai saksi maupun tersangka. [OKT]