Anggota KSPSI Jadi Korban Sweeping Buruh Di Tangerang

Ilustrasi buruh KSPSI. (Foto: Ist)
Klik untuk perbesar
Ilustrasi buruh KSPSI. (Foto: Ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Aksi unjuk rasa buruh menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja di Tangerang pada Selasa (4/3) berbuntut panjang. Karena, aksi ini disertai tindakan sweeping ke berbagai perusahaan oleh aliansi buruh yang melakukan aksi. Akibatnya, beberapa buruh yang tidak ikut aksi menjadi korban pemukulan dan perusahaan terhenti proses produksinya.

Bukan hanya sweeping, bahkan terjadi pengeroyokan oleh oknum buruh yang melakukan aksi tersebut. Salah satu yang menjadi korban adalah anggota dan juga brigade Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Tangerang, Erus Saleh. Sementara, puluhan buruh KSPSI mengalami luka-luka ringan.

Berita Terkait : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

Ketua Dewan Pimpinan Cabang KSPSI Kabupaten Tangerang Ahmad Supriadi membenarkan bahwa ada anggota KSPSI menjadi korban pemukulan dan sweeping para buruh yang melakukan aksi di Tangerang. "Yang paling parah itu Erus Saleh bekerja di PT IKAD (Industri Keramik Angsa Daya) di Kecamatan Pasar Kamis, Tangerang. Korban terpaksa dijahit di bagian mulut. Sementara puluhan orang luka-luka ringan," katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/3).

Ahmad menuturkan, pada saat itu ada aliansi buruh yang turun ke jalan menentang RUU Omnibus Law Cipta kerja. Rencananya mereka akan ke kantor Gubernur. Tapi, yang terjadi malah melakukan aksi sweeping ke perusahaan-perusahaan.

Berita Terkait : 3 Serikat Buruh Hidupkan MPBI

Ahmad mengakui bukan tidak mendukung perjuangan menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja. KSPSI secara nasional sudah melakukan aksi besar-besaran tanggal 12 Februari di Jakarta.

Aksi langsung di pimpin Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea yang malah berani ambil resiko dengan jabatannya sebagai Preskom BUMN. Tapi, tetap berani memimpin aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja.

Berita Terkait : Bahas Omnibus Law, Buruh Audiensi Dengan Fraksi Golkar

"Kami kerahkan lebih dari 10 ribu anggota yang bertolak ke sana. Aksi kami damai dan tertib tanpa adanya sweeping," tegasnya. "Sudah seharusnya seluruh buruh bersatu menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Bukan malah saling serang dan sweeping," ucapnya. [KPJ]