KPPU Diminta Pelototi Tender Di BMKG

Ilustrasi KPPU. (Foto: net)
Klik untuk perbesar
Ilustrasi KPPU. (Foto: net)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Masyarakat Anti Monopoli (MAM) mengawasi tender di Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG). Hal ini untuk mencegah terjadinya praktik monopoli.

"Kami melihat adanya dugaan pelanggaran dalam sistem tender di BMKG dengan judul (PAT-INATEWS) Penguatan Central Hub Carina dengan nilai Rp 127 miliar. Lalu dimana letak kejanggalannya? Berdasarkan penelusuran kami bahwa Carina merupakan salah satu brand dari perusahaan tertentu," ujar Ketua Umum MAM Jawahir dalam pernyataan pers kepada wartawan di Jakarta, Jumat (6/3).

Baca Juga : Senator Lampung Dengar Curhat Guru Honorer

Jawahir mengingatkan, dampak buruk dari praktik monopoli adalah menciptakan peluang kerugian negara yang dimanfaatkan pihak tertentu dan menurunnya kualitas dari barang atau jasa yang ada. 

Diingatkannya, Presiden Jokowi dengan tegas melarang terjadinya praktik monopoli seperti diatur pada pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. 

Baca Juga : Erick Berburu Sampai Eropa

"Apabila ada perbuatan melanggar hukum karena sudah menyebutkan merek dari produk tertentu di dalam judul tender yang sudah rekan-rekan media bisa lihat di SIRUP LKPP Tahun 2020 ini patut diduga ada praktek monopoli," tegasnya. 

Jawahir menambahkan, praktek monopoli jelas dapat menciptakan kondisi yang tidak fair bagi peserta tender. Sebab, bisa dipastikan bahwa pemenangnya adalah pemilik dari brand tertentu. 

Baca Juga : Di Mata Pemberi Utang, Ekonomi Kita Paling Ok

"Dengan ini kami secara tegas meminta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sebagai Lembaga Independen untuk menindak dugaan pelanggaran yang kami temukan,” ujarnya.

Menurut dia, system hub ini menyangkut hajat hidup orang banyak berkaitan dengan Indonesia Early Warning System. "Proyek penguatan central hub Carina jangan sampai bermasalah di kemudian hari," tutup dia. [OKT]