RMco.id  Rakyat Merdeka - Datang didampingi Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Triadi Machmudin, raut wajah Juru Bicara untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto tegang.

Ia kembali membawa kabar buruk. WNI yang terkonfirmasi positif virus Covid-19 bertambah 2 lagi. Jam menunjukkan pukul 16.08 WIB. Pria yang akrab disapa Yuri itu langsung bergegas menuju podium Media Center Covid-19.

Sejenak, ia membenarkan posisi kacamata lalu mengetes suara mikrofon.

Berita Terkait : PB IDI: Virus Covid-19 Susah Ditebak

"Singkat saja, hari ini dari pemeriksaan laboratorium bertambah lagi 2 kasus positif," kata Yuri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (8/3).

Mendengar itu, beberapa wartawati yang terkejut spontan menjerit histeris.

"Korban yang diberi nama kasus 05, berusia 55 tahun, berjenis kelamin laki-laki. Ini adalah hasil pemeriksaan lanjutan dari klaster Jakarta," ungkapnya.

Berita Terkait : Positif Covid-19, Trump Tetap Tinggal dan Kerja di Gedung Putih

Sekitar pukul 11.30 WIB, pasien 05 masih berstatus suspect Corona. Namun sorenya, langsung dinyatakan positif.

"Tadi saya sudah dapat data laboratoriumnya, bahwa yang bersangkutan terkonfirmasi positif Covid-19," ujar Yuri.

Pasien kedua adalah laki-laki 36 tahun. Pasien positif Corona yang diberi nama kasus 06 ini berstatus imported case. Virusnya didapatkan dari Jepang, saat ia bekerja sebagai ABK Kapal Pesiar Diamond Princess.

Berita Terkait : Komisi VI DPR Minta Pemerintah Fokus Rem Penyebaran Covid-19 dan Perluas Tes

Saat ini, keduanya dirawat di rumah sakit terpisah. Pasien 05 dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta Utara, pasien 06 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan Jakarta Timur. Kondisinya baik.

"Dua-duanya stabil, tidak membutuhkan oksigen. Tidak diinfus, sadar penuh, tidak demam, tidak batuk dan tidak pilek," tutup Yuri. [SAR]