RMco.id  Rakyat Merdeka - Mahkamah Agung (MA) memvonis lepas mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan dari jeratan kasus korupsi kilang minyak blok Basker Manta Gummy (BMG), di Australia, pada 2009.

Majelis hakim MA yang terdiri dari Suhadi selaku Ketua Majelis serta Abdul Latif, Krisna Harahap, M Askin, dan Sofyan Sitompul. 

Majelis menyatakan, Karen tak terbukti terlibat korupsi dalam kasus yang diduga merugikan negara Rp 568 miliar tersebut. 

Baca Juga : Telkomsel Luncurin Paket Data Terjangkau Untuk Perguruan Tinggi

Putusan itu diketok majelis hakim MA pada hari ini. "Sudah putus. Vonis lepas," ungkap Krisna saat dikonfirmasi, Senin (9/03).

Krisna mengatakan, salah satu pertimbangan vonis lepas Karen itu lantaran kasus yang menjeratnya dinilai bukan tindak pidana. 

Majelis hakim MA menyatakan, kegagalan Pertamina dalam akuisisi saham BMG sebesar 10 persen atau senilai USD 31,5 juta, tidak berarti dapat dihitung sebagai kerugian negara. 

Baca Juga : Perta Arun Gas Gali Potensi Bisnis di Kuwait

"Itu merupakan business judgment rule, bukan tindak pidana. Karena oil company perusahaan yang penuh risiko. Ya kalau misal rugi tidak berarti otomatis kerugian keuangan negara," tutupnya.

Sebelumnya, Karen dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Tipikor Jakarta dalam kasus akusisi blok BMG. Ia divonis 8 tahun penjara. Putusan itu dikuatkan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta di tingkat banding.

Kini, berbekal putusan MA, Karen bisa bernafas lega. Ia menyusul terdakwa lainnya yang telah divonis lepas di antaranya eks Dirkeu Pertamina Ferederick Siahaan dan eks Manager Merger and Acquisition Pertamina Bayu Kristanto. [OKT]