KPK Lelang Tanah dan Ruko Terpidana Kasus Suap Proyek SPAM PUPR

Mantan Kepala Satuan Kerja merangkap PPK Ditjen Cipta Karya Kementeriaan PUPR Anggiat Simaremare (rompi orange). (Foto: Tedy O.Kroen/RM)
Klik untuk perbesar
Mantan Kepala Satuan Kerja merangkap PPK Ditjen Cipta Karya Kementeriaan PUPR Anggiat Simaremare (rompi orange). (Foto: Tedy O.Kroen/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Manado, Sulawesi Utara, akan melelang barang rampasan negara berupa tanah dan ruko yang berasal dari perkara korupsi, pada 7 April mendatang. 

Lelang tersebut berdasarkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 62 /Pid.Sus/TPK/2019/PN.Jkt.Pst tanggal 07 Agustus 2019 atas nama Anggiat P. Nahot Simaremare yang telah berkekuatan hukum tetap.

Berita Terkait : Digarap KPK, Adik Ipar Nurhadi dan Pengusaha Thong Lena Mangkir

Anggiat merupakan mantan Kepala Satuan Kerja merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ditjen Cipta Karya Kementeriaan PUPR yang telah divonis 6 tahun penjara ditambah denda Rp250 juta subsider 2 bulan kurungan dalam perkara suap terkait dengan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kementerian PUPR.

"KPK melaksanakan lelang barang rampasan negara itu tanpa kehadiran peserta lelang dengan jenis penawaran lelang melalui internet atau closed bidding dengan perantaraan KPKNL Manado," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Selasa (10/3). 

Berita Terkait : Ketua KPK: Ahli Bikin Nasgor, Jago Bikin Puisi

Objek yang akan dilelang itu dikemas dalam satu paket. Yakni, dua bidang tanah dalam satu hamparan dengan luas total 80 meter persegi berikut bangunan ruko di atasnya.

Pertama, dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) Nomor 163 dengan luas 40 meter persegi dan SHGB Nomor 164 dengan luas 40 meter persegi atas nama Gatot Prayogo berlokasi di Kawasan Mega Mas, Kelurahan Titiwungen Selatan, Kecamatan Sario, Kota Manado.

Berita Terkait : KPK Cecar Ketua KPU Soal Hubungannya dengan Harun Masiku

Adapun harga limit objek yang dilelang tersebut senilai Rp 2,48 miliar. Peserta lelang diwajibkan memberikan uang jaminan Rp 500 juta. Lelang akan dilakukan pada hari Selasa, 7 April mendatang di KPKNL Manado, Gedung Keuangan Negara Lantai 4 Jalan Bethesda Nomor 8 Manado. [OKT]