Update Status WA di Rutan, KPK Bongkar HP Eks Menpora Imam Nahrawi

Jubir KPK, M Ali Fikri. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)
Klik untuk perbesar
Jubir KPK, M Ali Fikri. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Divisi Forensik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah meneliti handphone milik Imam Nahrawi. Pemeriksaan terhadap HP eks menteri pemuda dan olahraga alias Menpora tersebut dilakukan untuk mendalami adanya unggahan foto di status Whatsapp Imam Nahrawi pada Kamis (5/3), sekitar pukul 18.23 WIB.

Padahal, Imam yang menjadi terdakwa perkara dugaan suap dana hibah KONI dan dugaan gratifikasi sedang mendekam di sel tahanan Rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur.

Plt Jubir KPK Ali Fikri mengatakan, Kepala Rutan KPK menggelar inspeksi mendadak atau sidak untuk mendalami informasi adanya unggahan itu. Saat sidak itu, Karutan KPK menemukan ada alat bukti elektronik berupa handphone yang sudah dalam keadaan mati. 

Berita Terkait : Sambangi KPK, Genjot Kerja Sama Anti Korupsi

"Hari Jum'atnya (6/3), petugas rutan melakukan sidak ya ke dalam rutan dan kemudian saat itu memang menemukan ada alat bukti elektronik berupa handphone yang sudah mati," ujar Ali di Gedung Merah Putih KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta, Selasa (10/3). 

Atas temuan itu, petugas Rutan pun memeriksa Imam Nahrawi. Namun, kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu tak mengakui perbuatan itu. "Sampai informasi terakhir yang kami terima, (Imam Nahrawi) tidak mengakui bahwa yang bersangkutan telah menggunakan handphone dan mengunggah status di WA-nya," bebernya. 

Tapi, KPK juga tak mempercayai begitu saja klaim Imam. Untuk itu, kata Ali, tim forensik KPK membawa HP tersebut untuk diperiksa lebih mendalam. "Dibawa ke Divisi Forensik di KPK untuk ditelaah lebih dalam isinya, mudah mudahan nanti dapat," harap Ali.
 
Tak hanya memeriksa Imam dan HP miliknya, petugas Rutan juga turut diperiksa untuk mendalami hal tersebut. "Ya tentunya secara keseluruhan bagian dari proses itu semua ya tentunya dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan terkait dengan ditemukannya handphone di dalam rutan tersebut," tutur Ali yang berlatar belakang Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK ini. 

Berita Terkait : KPK Periksa Dua Adik Ipar Nurhadi

Jika terbukti membawa atau menggunakan telepon genggam di dalam Rutan, Imam Nahrawi terancam mendapat sanksi disiplin. Peraturan Kemenkumham secara tegas melarang para tahanan dan narapidana untuk membawa dan menggunakan telepon genggam.

"Tahanan yang kemudian masuk ke dalam rutan ataupun ketika keluar saat persidangan misalnya demikian itu membawa alat komunikasi atau alat elektronik lain itu ada larangannya dan sanksinya adalah berupa hukuman disiplin," tegasnya. 

Ali mengingatkan, sanksi itu sebelumnya sudah pernah dijatuhkan KPK pada salah satu tahanan. Bentuknya, tidak boleh menerima kunjungan dari keluarga selama satu bulan. 

Berita Terkait : Penyidik KPK Dikandangi Polsek Jember

Ali juga menbantah KPK kecolongan dengan terjadinya peristiwa tersebut. Juru bicara berlatar belakang jaksa ini mengklaim ketentuan pengamanan sudah dikerjakan sesuai standar operasional prosedur (SOP). "Itu tentunya di sana apa sudah dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan sesungguhnya, ada SOP, kemudian juga ada berlapis-lapis tempat, baik itu pengunjung maupun terdakwa yang keluar masuk karena berobat dan persidangan," tandasnya. 

Diketahui, aplikasi Whatsapp dengan nomor telepon Imam Nahrawi mengunggah atau memperbarui status pada Kamis (5/3). Unggahan itu berupa foto Imam dan istrinya sedang melaksanakan ibadah haji. Terdapat keterangan pada foto itu yang berbunyi, 

"Kenangan haji tahun kemarin setelah antri selama 7 th..haji reguler mendampingi ibunda tercinta dan bibinda yg lemah...smg semua sahabat muslim Allah mudahkan utk bisa ziarah makkah madinah lilhajji wal umrah secepatnya.amiiin alfaatihah". [OKT]