Penyusunan Omnibus Law di Tengah Wabah Corona, Sandi: Harus Ada Langkah Out of The Box

Sandiaga Uno (kiri) saat menghadiri pengajian bersama Aa Gym, di Hotel Ambhara, Jalan Iskandarsyah Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (11/3). (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Sandiaga Uno (kiri) saat menghadiri pengajian bersama Aa Gym, di Hotel Ambhara, Jalan Iskandarsyah Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (11/3). (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law, yang dilakukan di tengah merebaknya wabah Virus Corona di dunia, harus merujuk pada tren pelambatan ekonomi dunia. Pemerintah harus berpikir out of the box atau di luar kewajaran. Satu di antaranya memberikan insentif kepada dunia usaha, khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Hal tersebut diungkapkan Sandiaga Uno usai menghadiri pengajian bersama Aa Gym, di Hotel Ambhara, Jalan Iskandarsyah Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (11/3). Menurut Sandi, hal tersebut sesuai dengan tujuan dari Omnibus Law, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menyederhanakan undang-undang perpajakan, cipta kerja, dan pemberdayaan UMKM. Sehingga, dunia usaha dalam negeri tetap bertahan di tengah melambatnya perekonomian dunia imbas dari merebaknya virus corona. 

Berita Terkait : Pengamat Ini Anggap Omnibus Law Keamanan Laut Tak Perlu

"Saya lagi membaca tentang bagian perpajakan ini di Omnibus Law. Saya melihat, justru saat merebaknya virus corona ini kita melihat pelambatan ekonomi dunia, turunnya harga minyak dan gas bumi dan perlambatan," papar Sandi.

"Tentunya penerimaan dari dunia usaha kita harus ada langkah-langkah yang out of the box. Harus ada langkah-langkah yang memberikan suatu kelonggaran insentif, terutama buat UMKM menghadapi ketidakpastian dari ekonomi ini," tambahnya.

Berita Terkait : Bahas Omnibus Law, Buruh Audiensi Dengan Fraksi Golkar

Tidak hanya kepada pemerintah, Sandi juga berharap dunia usaha dapat berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi bangsa. Investasi katanya bertujuan untuk menjaga fiskal dan moneter nasional tetap terjaga. "Saya berharap juga tentunya dunia usaha, para pengusaha menyikapi ini dengan memberikan masukan insentif fiskal dan moneter, apa yang diperlukan perbankan," jelas Sandi.

Merujuk hal tersebut, Sandi mengusulkan agar pemerintah dapat mengundang dunia usaha untuk berdiskusi bersama dalam penyusunan Omnibus Law. Sebab, pelambatan ekonomi dunia yang terjadi saat ini berdampak langsung terhadap dunia usaha. 

Baca Juga : Dirjen PPKL Kumpulkan NGO dan Kepala Dinas LHK Bahas Indeks Kualitas Lingkungan

"Mungkin udah harus duduk melihat dampak-dampak terhadap cicilan pembayaran bunga maupun cicilan pembayaran angsuran pembayaran pokok. Karena pasti dengan menurunnya ekonomi kita, kemampuan perusahaan untuk mengelola dana tunainya ini menjadi sangat terkendala," tutupnya. [BYU]