Kebijakan Wali Kota Surakarta Diapresiasi

YLKI Desak Presiden Jokowi Tetapkan Status KLB Corona

Kebijakan Wali Kota Surakarta Diapresiasi YLKI Desak Presiden Jokowi Tetapkan Status KLB Corona
Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sikap Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo yang menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Corona atau Covid-19 di wilayahnya pada Jumat (13/3) malam, patut mendapat apresiasi.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, langkah ini penting untuk menunjukkan keseriusan semua pihak, dalam memerangi Corona. Termasuk oleh masyarakat.

"Melawan virus Corona tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah. Dalam hal ini, masyarakat juga berperan penting," ujar Tulus, dalam keterangan tertulis yang diterima RMco.id, Sabtu (14/3).

Berita Terkait : Surakarta KLB Corona, Sekolah Libur 14 Hari, CFD Ditiadakan

Tulus menilai, hal serupa mestinya juga dilakukan oleh pimpinan daerah lain. Terutama yang sudah positif Corona, khususnya DKI Jakarta.

"Di level nasional, Presiden Jokowi sebaiknya segera menyatakan hal serupa. Jangan pertaruhkan keamanan dan keselamatan warganya. Apalagi, WHO telah meminta hal yang sama kepada Presiden Jokowi. Terbukti, jumlah pasien yang terinfeksi virus Corona seperti deret hitung," pungkasnya.

Dalam kondisi KLB, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo meliburkan seluruh sekolah di Kota Solo selama 14 hari. Mulai level TK hingga SMA, baik negeri ataupun swasta.

Berita Terkait : Jokowi Tegaskan Sebagian Besar Pasien Corona Bisa Sembuh

Kegiatan lain yang ditiadakan hingga batas waktu yang belum ditentukan adalah Car Free Day (CFD), upacara bendera dan apel bersama di Balai Kota Surakarta, kunjungan kerja dan penerimaan kunjungan kerja, kegiatan olahraga di Stadion Manahan dan Sriwedari, kegiatan pentas Wayang Orang Sriwedari, dan pertunjukan seni budaya ketoprak.

Destinasi dan transportasi pariwisata untuk sementara juga ditutup.

"Kami juga menunda kegiatan lomba tingkat kelurahan, hingga dua pekan ke depan. Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) ditunda selama dua minggu," katanya.

Berita Terkait : Jokowi: Indonesia Akan Selalu Bersama China

Tak hanya itu, Pemkot Surakarta juga meminta mal dan pasar tradisional menyediakan tempat warga untuk mencuci tangan dengan sabun, sehingga para pengunjung bisa menjaga kebersihan di tempat umum.

"Kami juga akan menggelar pemusnahan binatang jenis kelelawar, kalong, dan codot di Pasar Burung Depok. Untuk sementara, masyarakat diminta untuk tidak bersalaman, dan menghindari kerumunan banyak orang," katanya. [HES]