RMco.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta warga Jawa Tengah tenang menghadapi pandemi corona (Covid-19).Warga Jateng tak perlu takut meski juga harus tetap waspada. Lewat akun twitter resminya @ganjarprabowo, Ganjar membagikan 8 saran dan imbauan menghadapi virus ini kepada warga Jateng.

"Tingkatkan sistem imun tubuh dengan makan makanan bergizi, minum air putih 8 gelas sehari, rajin olahraga dan istirahat cukup. Sering cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir," tulisnya mengawali serangkaian kicauannya.

Selanjutnya, jangan menyentuh muka sebelum cuci tangan dan kurangi sentuhan dengan orang lain. Bila perlu untuk bersalaman tidak perlu bersentuhan dahulu.

 "Gunakan masker bila batuk dan flu atau tutup mulut dengan lengan atas bagian dalam. Makan makanan yang dimasak sempurna. Jangan makan daging dari hewan yang berpotensi menularkan," imbau Ganjar.

Ganjar mengimbau Warga Jateng untuk menjaga kebersihan lingkungan dan untuk sementara kurangi kegiatan pengumpulan massa. Hindari kerumunan seperti mall, pasar dan lain-lain.

Berita Terkait : Ganjar Pranowo: Alhamdulillah, Sehat Bregas Waras...

"Bila mengalami gejala seperti demam, flu, dan sesak nafas segera ke fasilitas kesehatan atau hubungi hotline Corona 119," pungkasnya.

Imbauan Ganjar direspon warganet. Ada yang khawatir dan mengeluh kepada Ganjar karena kemungkinan tak bisa kondangan karena mewabahnya virus ini. "Duh Pak ada undangan resepsi nikahan di Solo nih, dateng nggak ya.. kok jadi serem," cuit akun @jawabinaja diamini @__danu_. "Pak. Padahal undangan mantenan isih 4 sing rung tekan tanggale, salah sijine nang Tanggerang je. Piye jal?"

Tweeps @wiwithyulianto menilai, imbauan terkait acara pengumpulan massa akan susah diterapkan. "Khusus yang nomor 7 kayaknya susah untuk kami yang warga NU karena bulan ini bulan Isra' Mi'rajnya Nabi Muhammad SAW."

Sedangkan akun @trisnowidibagus menyampaikan saran lainnya. "Usul Pak @ganjarpranowo untuk wilayah kita Jateng pada umumnya mungkin sementara bisa kita batasi atau bahkan kita tutup dulu pintu untuk WNA dari negara manapun yang akan masuk ke Jateng. Suwun," cuitnya.

Selain berkicau, Ganjar juga telah menerbitkan Surat Edaran terkait peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan infeksi corona pada Sabtu (14/3). Surat Edaran berisi empat imbauan tersebut ditujukan kepada bupati atau wali kota, Pimpinan Perangkat Daerah, Pimpinan Instansi serta seluruh Pimpinan BUMN di Jawa Tengah.

Berita Terkait : 3.987 Tenaga Kesehatan Di Kabupaten Semarang Siap Divaksin, Jatah 2 Dosis Aman

Dalam Surat Edaran bernomor 440/0005942, Ganjar menyampaikan, perlunya pencegahan dan pengendalian melalui empat langkah. 

"Melaksanakan koordinasi, sosialisasi dan edukasi mengenai upaya pencegahan dan pengendalian kepada elemen masyarakat dan pelaku usaha sesuai kewenangannya," kata Ganjar, seperti tertuang dalam Surat Edarannya.

Poin kedua, Ganjar menyampaikan agar seluruh instansi melakukan pencegahan sedini mungkin, dengan menyediakan berbagai peralatan dan kebutuhan pengecek kondisi tubuh.

"Menyediakan alat deteksi suhu tubuh, hand sanitizer serta masker bagi yang sakit, untuk mendukung upaya pencegahan dan pengendalian. Serta memastikan tempat umum dalam keadaan bersih dan higienis," tegasnya.

Ganjar juga menginstruksikan agar dilakukan penundaan atau membatasi kegiatan yang menghadirkan orang banyak pada tempat tempat umum. Seperti Car Free Day, berkemah, study tour, dan sebagainya.

Berita Terkait : Kamis Besok Disuntik, Ganjar Jadi Orang Pertama Yang Terima Vaksin Covid Di Jawa Tengah

"Poin keempat, bentuk posko informasi terpadu di masing-masing instansi," ujar Ganjar.

Sementara untuk informasi terpadu yang disiapkan Pemprov Jateng, Ganjar telah membuka layanan pengaduan dan penanganan Covid-19 di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah melalui nomor telepon (024) 3580713. 

Selain itu, Pemprov Jateng yang semula telah menyiapkan 13 rumah sakit rujukan untuk kasus Corona, per hari ini, Sabtu (14/3) kekuatannya telah ditambah dengan 46 rumah sakit, jadi 59 rumah sakit.

Untuk update kasus, Ganjar mengatakan telah intens berkomunikasi dengan pemerintah pusat maupun kabupaten dam kota. Karena rawan resistensi, menurut Ganjar seluruh lapisan pemerintahan mesti bersatu padu menghadapi Covid-19, baik dalam menyajikan data maupun penanganan.

"WHO sudah menyampaikan bahwa ini sudah ditetapkan sebagai pandemi. Kita butuh gotong royong. Dunia pun menghadapi ini dengan kekuatan yang dimiliki, kita mesti berkontribusi," tandas Ganjar. [FAQ]