RMco.id  Rakyat Merdeka - World Health Organization (WHO) sudah menyatakan bahwa Covid-19 sebagai pandemi atau wabah yang meluas ke berbagai negara. Jumlah penderita yang terinfeksi virus memastikan asal Wuhan, China, itu terus bertambah. Di Indonesia, sudah ada 134 orang.

Menyikapi hal ini, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) mengambil sikap menghentikan seluruh kegiatan/pekerjaan di kampus. UHAMKA mengalihkan proses mengajar atau pelayanan dari rumah atau via online.    

Berita Terkait : Pesinetron Nina Zatulini Sumbang Kenaikan Angka Kehamilan Saat Pandemi

Sekretaris UHAMKA, Emaridial Ulza, menyampaikan bahwa hal ini penting dilakukan mengingat kesehatan merupakan prioritas utama yang perlu dijaga. UHAMKA mengambil langkah preventif guna mengantispiasi penyebaran wabah tersebut.       

"Kami, UHAMKA, mentaati apa yang disampaikan Presiden, bahwa saatnya untuk bekerja, beribadah dari rumah  serta berkumpul bersama keluarga. Surat maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang pencegahan Covid-19 dan Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta imbauan Gubernur DKI Jakarta untuk lakukan social distancing. Hal ini bukan berarti tidak melakukan pekerjaan, namun prosesnya yang dialihkan dari kampus ke rumah,” ujar Emaridial, dalam keterangannya, Senin (16/3).    

Berita Terkait : Terjunkan 200 Relawan Lawan Covid-19, UHAMKA Raih Penghargaan LLDIKTI

Per hari ini, 17 Maret 2020, hingga 30 Maret 2020, seluruh karyawan bekerja dari rumah. Tidak boleh ke kampus sampai ada pemberitahuan selanjutnya. Begitu pun dengan dosen dan mahasiswa. Proses belajar dan mengajar dualihkan dengan metode online/daring.      

"Kami membebaskan dosen untuk melaksanakan online/daring menggunakan apa saja. Mahasiswa yang tinggal di asrama akan dipulangkan ke rumah masing-masing sebagai bentuk komitmen kami mempermudah semua kegiatan dalam keadaan seperti ini,” tambah Emaridial.      

Baca Juga : Lima Bulan Nganggur, Serena Bakal Ayun Raket Lagi Pada Agustus

Selama dua pekan ke depan, UHAMKA akan melakukan penyemprotan disinfektan di gedung-gedung dan asrama mahasiswa. UHAMKA mengimbau, untuk mencegah penyebaran dengan cara menghindari tempat-tempat umum, mengumpulkan orang banyak, serta menghindari kontak fisik secara langsung. "Ini adalah langkah yang tepat dilakukan seperti yang dilakukan Rasulullah ketika ada wabah kusta yang menular," tutupnya. [TIF]