RI Kembangkan Vaksin Covid 19

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro. (Ist)
Klik untuk perbesar
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro. (Ist)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek BRIN) tengah mengembangkan vaksin virus crona (Covid)-19.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengungkapkan, di dalam mendukung penanggulangan covid 19, pihaknya sudah membentuk Konsorsium Covid-19).

Anggotanya, antara lain terdiri dari Lembaga Pemerintah Non Kementerian di bawah Kemenritek BRIN) yakni Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Penelitian (BPPT), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). 

Selain itu sejumlah perguruan tinggi antara lain, Universitas  Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada, Institute Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Kristen Indonesia (UKI).

Berita Terkait : Eijkman dan Bio Farma Kerja Intensif Buat Vaksin Virus Corona

“Kami sudah menganggarkan Rp 20 miliar untuk membiayai program-program konsorsium untuk menanggulangi Covid 19,” ungkap Bambang dalam jumpa pers melalui telekonfrensi, Kamis (25/03).

Bambang menjelaskan, anggaran itu diambil dari relokasi anggaran kementeriannya yang disisihkan dari anggaran belanja rutin dan perjalanan dinas.

Menurutnya, anggaran itu tidak menutup kemungkinan akan ditambahkan jika diperlukan. Bambang menerangkan, konsorsium memiliki program jangka pendek, menengah  dan panjang.

Dalam jangka pendek antara lain meneliti bahan makanan yang dibutuhkan masyarakat di dalam menghadapi Covid-19. Hasilnya, antara lain sudah diketahui biji jambu mampu meningkatkan daya tahan tubuh yang diperlukan untuk menghadapi Covid-19.

Baca Juga : Bantu Dunia Usaha, Pemerintah Bakal Terbitkan Recovery Bonds

Kemudian, mengembangkan Alat Pelindung diri (APD) untuk tenaga kesehatan.  “Kami sudah menargetkan untuk melakukan kajian dalam waktu yang lebih pendek sehingga bisa cepat diproduksi. Dan tentunya dengan kualitas yang baik,” ungkapnya.

Kemudian untuk menengah dan panjang, papar Bambang, mengkaji pembuatan test kit virus corona dan pembuatan vaksin Covid-19. 

Menurut Bambang, dalam melakukan pengembangan tidak menutup kemungkinan bekerja sama dengan negara lain yang sudah mengembangkan vaksin.

“Walau negara lain sudah mengembangkan Kita harus bisa mandiri, membuat vaksin sendiri karena kita membutuhkannya,” ungkapnya.

Baca Juga : Jumlah Penumpang Turun 90 Persen, Headway MRT Jadi 10 Menit

Bambang memastikan, Indonesia sudah memiliki fasilitas untuk menunjang penelitian  pengembangan vaksin  seperti laboratorium milik UI dan LIPI. [SRF]