Baiknya Lebaran Tak Perlu Mudik

Jangan Bawa Corona Ke Kampung Halaman

Ilustrasi foto: Antara
Klik untuk perbesar
Ilustrasi foto: Antara

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kasus virus corona di Tanah Air terus meroket. Diperkirakan, pandemi virus asal China ini belum tuntas sampai puasa Ramadhan yang akan dimulai sebulan lagi. Supaya wabah ini tak semakin parah, warga yang biasa mudik tiap lebaran diharapkan tidak mudik di tahun ini. Jangan sampai pulang kampung membawa virus corona.

Kemarin, ada lonjakan kasus positif corona sebanyak 103 orang dari hari sebelumnya, yakni menjadi 893 orang. Yang sembuh, 35 orang. Sementara yang meninggal mencapai 78 orang.

Kasus terbanyak tetap ada di DKI Jakarta. Dilansir dari situs corona.jakarta. go.id, ada 475 orang yang positif terpapar virus corona. yang sembuh 29 orang. Sementara yang meninggal 47 orang. Orang Dalam Pengawasan (ODP) di DKI mencapai 463 orang. Sementara 608 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih dirawat.

Jakarta adalah zona merah. Bakal menjadi masalah serius ketika orang-orang dari ibu kota mudik saat lebaran nanti. Mereka bisa membawa virus corona ke kampung halaman nya.

Berita Terkait : Tito Siapkan 1500 Kamar Diklat Kemendagri Untuk Pasien COVID-19

Dengan kondisi ini, Pemerintah pun akan membahas mengenai boleh tidaknya masyarakat mudik. Wapres Ma’ruf Amin menyatakan, pembahasan itu awalnya direncanakan dilakukan dalam rapat kabinet, kemarin. Namun tertunda lantaran Presiden Jokowi tengah berduka atas kepergian ibunya.

Ma’ruf sendiri mengimbau masyarakat tak usah mudik saat lebaran nanti. “Pertimbangan rasionalnya, logisnya, sebaiknya memang tidak mudik, melihat bahayanya yang sangat mungkin terjadi. Baik di jalan maupun di kerumunan kerumunan ketika berada di kampung halaman. Ada risiko penularan Covid-19,” ujar Ma’ruf, kemarin.

Ma’ruf menyatakan, dalam Islam, kalau ada maslahat yang bisa didapat, tetapi ada bahaya, maka prinsip yang harus digunakan adalah menolak bahaya. “Itu harus didahulukan,” tegas nya. Silaturahmi, kata Ma’ruf, bisa dilakukan secara online. Misalnya, lewat chat di aplikasi whatsapp atau video call.

Silaturahmi fisik bisa dilakukan pada waktu atau liburan yang lain. Sementara bagi yang terlanjur mudik, Ma’ruf meminta pemerintah setempat mengawasi mereka. “Jangan sampai si pemudik menyebarkan corona ke daerah. Haruslah tegas, Pemda harus tegaslah,” imbau eks Rais Aam PBNU ini.

Berita Terkait : Menteri Tito Minta Anies Koordinasi Dengan Pusat

Dia juga meminta Pemprov, Pemda, dan Pemkot, mencontoh Pemprov Jateng yang melakukan pemeriksaan bagi pemudik di perbatasan.

Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, mengamini imbauan Ma’ruf Amin. Dia bilang, pemerintah tengah merumuskan kebijakan bertajuk ‘Tidak Mudik, Tidak Piknik Lebaran 2020’. “Kami harus mempertimbangkan berbagai skenario. Semua demi keselamatan dan keamanan bagi para pemudik dan juga untuk seluruh masyarakat,” ujar Luhut. Pertimbangan larangan mudik tersebut masih menunggu keputusan Presiden Jokowi.

Waketum Partai Gerindra, Sandiaga Uno, juga menyarankan hal yang sama. “Kalau mereka pulang dari zona merah, seperti Jabodetabek, kemungkinan mereka membawa virus tersebut tanpa sadari ke daerah mereka,” ujar Sandi, kemarin.

Dia mengingatkan, penyebaran virus corona di perkampungan dampaknya bisa lebih fatal dibandingkan di kota. Sebab, fasilitas kesehatan di desa tak cukup memadai menangani pandemi.

Berita Terkait : Sambut Liga 1 2020, Wapres Ingin Sepak Bola yang Berakhlaqul Karimah

Peringatan agar tidak mudik juga diserukan Ketua Umum PB IDI, Daeng M Faqih. Dia meminta aparat keamanan dan aparat pemerintahan melakukan pengawasan ketat. “Di awasi tidak boleh itu keluar Jakarta, itu menyebarkan virus ke mana-mana itu,” wanti-wantinya.

Sejumlah kepala daerah juga sudah mengimbau warganya tidak mudik. Imbauan itu disampaijan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kemendagri mendukung dan mengapresiasi langkah sejumlah pemerintah daerah yang mengimbau warganya tidak mudik. “Imbauan beberapa pemerintah daerah agar warga menunda mudik untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 selaras dengan keinginan Kemendagri,” puji Mendagri, Tito Karnavian, dalam siaran tertulis melalui staf khusus Mendagri, Kastorius Sinaga, kemarin. [OKT]