Kasus Corona Sudah 2.000

16 Dokter Berguguran

Virus Corona (Foto: AFP)
Klik untuk perbesar
Virus Corona (Foto: AFP)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kasus Corona di Tanah Air belum menunjukkan kabar gembira. Korban yang positif, angkanya terus bertambah. Sampai kemarin, lebih dari 2 ribu orang terjangkit virus tersebut. Korban yang meninggal juga terus naik. Termasuk dari kalangan tenaga medis. Tercatat, 16 dokter berguguran akibat virus tersebut. 

Kemarin, Juru bicara pemerintah terkait penanganan corona Achmad Yurianto menyampaikan update informasi terbaru. Sampai Sabtu (4/4) sore kemarin, pasien yang positif corona bertambah 106 kasus, total menjadi 2092 kasus. Jumlah pasien meninggal menjadi 191 orang, bertambah 10 dari hari sebelumnya. Sementara yang sembuh bertambah 16 orang menjadi 150 orang. Yurianto kembali mengingatkan pentingnya physical distancing. “Karena banyaknya orang yang positif corona tanpa gejala,” katanya di Gedung BNPB, Jakarta. 

Berita Terkait : Update Corona: 2.092 Kasus, 191 Meninggal dan 150 Sembuh

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyampaikan kabar dokter yang gugur karena virus corona bertambah 3 orang. Sehingga total dokter yang meninggal selama pandemi corona menjadi 16 orang. 

Ketiga dokter tersebut, yakni anggota IDI Cabang Makassar Bernadette Albertine Francisca, anggota IDI Cabang Tangerang Selatan Ketty Herawati, dan Lukman Shebubakar yang bertugas di RSUP Persahabatan. “Semoga hal-hal baik yang menjadi perjuangan beliau diterima Allah SWT dengan limpahan pahala yang mulia,” kata Ketua Umum PB IDI Daeng M. Faqih dalam unggahannya di akun media sosial IDI, kemarin. 

Berita Terkait : Takut Kena Corona

Ketty adalah dokter umum di RS Medistra. Perempuan 59 tahun itu meninggal setelah dirawat di Unit Perawatan Intensif atau ICU rumah sakit tempatnya bekerja, karena terjangkit virus Corona. Ia dikabarkan pernah bertugas di bangsal isolasi pasien Covid-19. Lukman Shebubakar merupakan dokter spesialis bedah ortopedi dengan pengalaman lebih dari 30 tahun. Lukman merupakan dokter dengan segudang pengalaman. Dia pernah menjabat sebagai Head of The Community Health Center di Kota Agung dan Head of The Community Health Center di Tanjung Karang, Lampung, Sumatera. 

Menyikapi naiknya jumlah tenaga medis yang gugur, Wakil Ketua Umum IDI, Adib Khumaidi mengeluarkan sejumlah imbauan. Pertama, IDI meminta kepada seluruh dokter yang melakukan pelayanan harus melakukan proteksi diri. Menurutnya, semua petugas medis harus menggunakan APD meski ketersediaannya masih terus diupayakan pemerintah. “Makanya ada improvisasi memakai jas hujan. Saat ini, sebelum bantuan APD standar datang, mereka harus memproteksi diri. Karena kita terus terang tidak tahu pasien itu positif atau tidak,” ungkapnya. 
 Selanjutnya