Soal Corona, Banyak Kepala Daerah Ngomongnya Ngawur

Ridho Yahya (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Ridho Yahya (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Di tengah pandemi Corona yang korbannya kian hari kian bertambah, banyak kepala daerah yang ngomongnya ngawur. Siapa saja mereka? 

Pertama, Wali Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Ridho Yahya. Kengawurannya itu terekam dalam video yang belum lama ini viral di media sosial. Dalam video berdurasi 2.33 menit itu, Ridho menyebut tak akan meliburkan sekolah dan PNS di masa wabah corona. 

Berita Terkait : Pemerintah Diminta Perhatikan Kebutuhan Masyarakat Daerah & Tenaga Medis

Alasannya, kalau pun sekolah dan PNS diliburkan, corona tetap ada. “Aku tanya sekarang, dengan libur, apakah libur sekolah penyakit tidak ada? Penyakit corona tak ada? Coba apa ada penelitian, libur anak sekolah penyakit ini berkurang, corona berkurang?” tanya Ridho kepada wartawan yang mewawancarainya. 

Seperti menyepelekan, Ridho mengatakan, manusia tidak perlu takut terhadap penyakit. Penyakit harus dihadapi. Penyakit, kata dia, walaupun dihindari, akan tetap terjadi. “Kenapa kita takut menghadapinya?” tanya Ridho lagi. 

Berita Terkait : Jubir Covid-19: Waspada, Banyak Penularan Tak Langsung Lewat Tangan

Ridho sebelumnya juga mengkritik langkah pemerintah pusat yang meliburkan pegawai dan menutup fasilitas umum di Jakarta. Langkah itu disebutnya membuat masyarakat takut dan panik. Tugas pemimpin, katanya, membuat masyarakat tenang. “Kita ada demam berdarah, flu burung, biasa bahkan tenang saja, semestinya kita buat tenang saja masyarakat, jangan malah bikin bergejolak,” kritik Ridho. 

Dengan congkak, Ridho menyebut, kalau takut dengan corona, sama saja takut terhadap Tuhan. “Masa garagara corona salaman saja tidak boleh, kenapa harus takut,” dia sesumbar. Tapi nyatanya, dia meliburkan juga sekolah dan aktivitas perkantoran. Kota Prabumulih masuk zona merah setelah empat warganya positif terpapar corona. 
 Selanjutnya