RMco.id  Rakyat Merdeka - Bagi nelayan, pilihan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih memberikan harapan untuk perlahan memulihkan perekonomian yang hampir kolaps. Ketimbang melakukan lockdown.

Soalnya, dengan PSBB, masih memungkinkan bagi masyarakat, khususnya nelayan, untuk beraktivitas mencari ikan di laut. Lain hal jika yang terjadi adalah lockdown. Hampir semua aktivitas beku. Masyarakat takkan bisa bekerja. Nelayan juga tidak bisa melaut.

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Siswaryudi Heru, menyikapi pilihan sulit yang dilakukan pemerintah mengatasi persoalan wabah corona, berserta dampaknya di masyarakat.

Berita Terkait : Lebih Takut Petugas Daripada Virus Corona

“Dengan PSBB, masih memungkinkan bagi nelayan untuk melaut dan menangkap ikan. Dengan begitu, kita optimis kondisi buruk ini bisa pulih perlahan. Karena masih bisa memutar roda ekonomi,” tutur Siswaryudi Heru, di Jakarta, Rabu (08/04).

Lebih lanjut, Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan Pengurus Pusat Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) ini menyampaikan, dengan tetap bisa melaut di situasi sulit ini, nelayan Indonesia akan mengumpulkan ikan tangkapannya. Sehingga, proses transaksi ekonomi pun akan tetap berlangsung.

Namun, Siswaryudi mengingatkan, dalam proses transaksi ekonomi nelayan pun, tetap harus mematuhi protokol penanganan Covid-19. Menurutnya, nelayan adalah salah satu segmen masyarakat yang sangat rentan terkena dampak buruk Covid-19. Terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya.

Berita Terkait : Udara Jakarta Membaik, Itu Bukan Prestasi Bung

Akan tetapi, Siswaryudi optimis dengan pilihan yang dilakukan Pemerintah Indonesia. Dia optimis perekonomian perlahan akan bisa bangkit kembali.
Selain menyasar kelompok rentan lainnya, Siswaryudi juga berharap, pemerintah memberikan perhatian khusus bagi nelayan. Terutama dalam hal distribusi jaring pengaman sosial, yang dipersiapkan oleh pemerintah.

“Mohon pelaksanaannya dipercepat karena akan membuka lapangan kerja dan menjaga daya beli masyarakat di pedesaan,” jelas Siswaryudi Heru.

Karena itu, pelaksanaan jaring pengaman sosial itu, sebagaimana ditekankan Presiden Jokowi, harus tepat sasaran, dan tepat guna bagi masyarakat. Termasuk juga nantinya bagi nelayan.
Karena itu, lanjutnya, rasa persatuan dan kepedulian yang kuat, perlu terus dijaga, agar sama-sama bisa bangkit dari keterpurukan yang sedang melanda masyarakat Indonesia.
“Secara khusus, nelayan berterimakasih kepada langkah yang dilakukan Presiden Joko Widodo. Selanjutnya, kita optimis, situasi sulit ini bisa kita atasi bersama-sama,” tandas Siswaryudi Heru. [JON]