Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh

Pindah Tempat Dari Masjid ke Rumah, Tak Menggeser Seinci Pun Ketaatan Kita

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh (Foto: BNPB)
Klik untuk perbesar
Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh (Foto: BNPB)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Majelis Ulama Indonesia (MUI) berpesan kepada umat Islam agar beribadah di rumah masing-masing, selama bulan Suci Ramadhan.

Berbagai kebiasaan Ramadhan yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, harus diubah lantaran pandemi virus Corona alias Covid-19.

Untuk diketahui, awal Ramadhan tahun ini diperkirakan jatuh pada 24 April mendatang.

"Mari kita bersama-sama membangun kebiasaan baru dalam pelaksanaan ibadah, menyesuaikan dengan kondisi pandemik yang kita alami dewasa ini. Kita jadikan rumah sebagai pusat kegiatan ibadah," ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal Youtube BNPB, Sabtu (18/4).

Berita Terkait : MUI Bolehkan Dana Zakat Dipake Buat Tangani Corona

Asrorun menganjurkan, agar shalat tarawih dan buka puasa bersama yang biasanya digelar di masjid dan mushola, dilaksanakan di rumah masing-masing.

"Sungguh, penggeseran dari masjid ke kediaman tidak mengurangi seinci pun ketaatan itu," tegasnya.

Dia kemudian menyitir Hadits Rasulullah SAW riwayat Imam Bukhori yang menyebut, "Pastikan rumah-rumah kita terangi dengan aktivitas shalat dan juga tilawah. Jangan jadikan rumahmu bak kuburan, yang tidak pernah dilakukan aktivitas ibadah dan juga dengan cahaya Al-Qur'an".

Asororun juga mengatakan, pelaksanaan ibadah di rumah juga dapat menjadi berkah. Karena dapat mempererat hubungan antar anggota keluarga. Mengingat selama ini, tiap anggota keluarga mempunyai kesibukan masing-masing.

Baca Juga : Ada Wartawan, Politikus, dan Mantan Menteri Dalam Daftar Calon Dubes Yang Diajukan Jokowi

"Hanya sekadar bertemu dan bertegur sapa saja, tidak sempat. Hari ini, kita memiliki waktu yang cukup untuk bertegur sapa, saling belajar," tuturnya.

Hikmah lainnya dari beribadah di rumah adalah turut berkontribusi meminimalkan potensi penyebaran Covid-19.

Asrorun mengajak umat muslim Tanah Air menjadikan Ramadhan sebagai momentum musahabah alias koreksi diri. "Tidak saatnya lagi menyalahkan satu dengan yang lain. Kita melihat ke diri kita sendiri. Jangan-jangan, kita yang menjadi faktor penyebaran itu kepada masyarakat," tuturnya.

Tindakan musahabah itu, lanjut Asrorun, harus diikuti dengan perilaku hidup sehat, menjalankan physical distancing, dan mencegah timbulnya kerumunan yang berpotensi menyebarkan penularan virus Corona.

Baca Juga : Mantap, Calon Penumpang Bisa Rapid Tes Di Bandara Angkasa Pura I

"Itu adalah ikhtiar-ikhtiar dari bagian muhasabah," tandasnya. [OKT]