Soal Napi Bebas Berulah Lagi

Yasonna Mau Main Keras

Menkumham Yasonna Laoly. (Foto: Rizki Syahputra/RM)
Klik untuk perbesar
Menkumham Yasonna Laoly. (Foto: Rizki Syahputra/RM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Banyak napi yang baru dibebaskan kembali berulah. Ada yang mencuri, menjambret, dan menodong. Masyarakat resah. Menkumham Yasonna Laoly kasih komentar juga soal ini. Seperti apa komentar politisi PDI Perjuangan ini?

Yasonna menyatakan, tingkat kekambuhan napi yang bebas melalui program integrasi dan asimilasi dalam rangka pencegahan Covid-19 masih di bawah tingkat residivisme sebelum pandemi Covid-19. “Dari 38 ribu lebih warga binaan yang dibebaskan lewat program ini, asumsikan saja 50 orang yang kembali melakukan tindak pidana. Angka pengulangan ini sebenarnya masih sangat rendah," ujarnya dalam siaran pers, kemarin.

"Tapi, kita tidak boleh beralasan demikian," imbuh dia. Narapidana asimilasi yang melakukan pengulangan tindak pidana, kata Yasonna, didominasi kasus pencurian. Termasuk curanmor.

Berita Terkait : Wayan Sudirta Bela Yasonna yang Digugat Karena Program Asimilasi

Hingga kemarin, ada 38.822 narapidana telah dibebaskan melalui program asimilasi dan integrasi. Sementara, hingga Jumat pekan lalu, kepolisian mencatat ada 13 narapidana yang kembali berulah setelah dibebaskan lewat program tersebut.

Yasonna mengatakan, saat ini publik disuguhi informasi yang mengerikan, termasuk yang sebenarnya merupakan hoaks, terkait warga binaan asimilasi di sejumlah daerah. Dia pun meminta setiap Kanwil bertindak aktif memastikan kebenarannya di Kepolisian. "Hal ini harus dilakukan agar masyarakat tidak jadi ketakutan akibat berita miring yang tidak benar," ucapnya.

Para Kakanwil dan Kadivpas juga dimintanya berkoordinasi dengan para Kapolda di seluruh daerahnya. Jika ada warga binaan pemasyarakatan yang mengulangi tindak pidana setelah mendapatkan asimilasi dan integrasi, dia harus langsung kembali dijebloskan ke dalam sel.

Berita Terkait : Menkumham Kirim Alkes Hasil Karya Napi ke Jawa Tengah

Politikus PDIP itu meminta anak buahnya meningkatkan pengawasan terhadap napi yang dibebaskan ini. Upaya itu dilakukan untuk meminimalisasi napi kembali melakukan tindak pidana setelah mendapatkan program asimilasi. Ke depan, semua warga binaan, khususnya kasus pencurian, yang akan mendapat program asimilasi, harus dipantau lagi rekam jejaknya. "Apabila ada yang tidak benar, jangan diberikan asimilasi karena dapat merusak marwah dari program ini," tandasnya.

Pernyataan Yasonna ini disambut berbagai komentar oleh warganet. Akun @Poeqoeh menyebut, yang disebut Yasonna cuma angka. Sedikit-banyaknya kasus tetap mengganggu keamanan masyarakat. "Pak Yasonna, besar kecil ini masalah keamanan masyarakat. Melepas mereka di saat seperti ini bisa jadi boomerang, Pak," kritiknya.

Pendapat yang sama dikemukakan @sgt_stubby_. Menurut dia, tidak ada toleransi angka kriminal. "Nggak ada toleransi angka dalam tindakan kriminal! Seharusnya target tetap nol. Tindakan kriminal merugikan harta orang lain, bahkan nyawa," tulis dia. "Dudududu, kemanusiaan berujung menyusahkan manusia lain," sambar @AFrighthere26_ menyindir alasan Yasonna membebaskan para napi itu.

Baca Juga : Kemendes Siapkan 1,8 Juta Ha Untuk Ketahanan Pangan

Akun @aypg_ punya pendapat berbeda. Kata dia, mungkin saja napi berulah lagi agar kembali ke dalam penjara. Mereka merasa lebih aman dari corona di dalam sel. "Mereka mungkin berulah Pak karena mau masuk lagi di dalam bui. Mereka merasa lebih aman di dalam bui, masa Bapak nggak bisa baca kode-kodenya," kicaunya.

"Bapak pusing kan? Makanya jangan aneh-aneh. Udah bener tuh napi di dalem," tanya @kazekage_sama. Akun @taengfab mencuit dengan kelakar. "Husnuzon, dia begitu biar banyak bahan buat berita," cuitnya. Banyak juga warganet yang meminta Yasonna bertindak tegas terhadap para napi yang berulah lagi. "Katanya warga binaan, Pak, kalau sampai berulah lagi apanya dong yang dibina, Pak?" tegas @dhannywij. [OKT]