KSBSI: Aksi Buruh 30 April Diputuskan 1-2 Hari Ini, Tunggu Pernyataan Presiden

Tiga presiden buruh berfoto dengan Mensesneg Pratikno (kedua kanan) usai bertemu Presiden Jokowi, di Istana, Rabu (22/4). (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Tiga presiden buruh berfoto dengan Mensesneg Pratikno (kedua kanan) usai bertemu Presiden Jokowi, di Istana, Rabu (22/4). (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah perwakilan buruh bertemu dengan Presiden Jokowi, Rabu (22/4). Mereka adalah Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, dan Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban. Ketiganya tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI).

Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban mengatakan, maksud kedatangan mereka adalah untuk meminta Presiden Jokowi menghentikan sementara pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja. "Saat ini pemerintah sebaiknya lebih fokus untuk penanganan Covid-19, permasalahan gelombang PHK serta recovery bagi para pasien positif Covid-199", ungkap Elly dalam keterangannya.

Berita Terkait : Ketemu Jokowi, Buruh Keluhkan Omnibus Law

Elly menyatakan, sejumlah poin dalam RUU ini mengancam hubungan industrial di Indonesia. "Solusinya adalah RUU Ciker sebaiknya ditarik dari pembahasan di DPR dan buruh dilibatkan dari awal pembahasan dan penyusunan RUU ini atau solusi lainnya adalah melibatkan Tripartit dalam pembahasannya," pintanya.

Terkait rencana aksi 30 April, Elly mengatakan, dalam satu dua hari ini akan diputuskan. Saat ini, jutaan buruh menunggu Presiden Jolowi mengumumkan tentang hasil pertemuan dengan MPBI, terutama soal kelanjutan Omnibus Law. 

Baca Juga : Rossi-Petronas Belum Sehati

"Dengan begitu, akan ada pengumuman resmi dari MPBI setelah pengumuman dari Presiden Jokowi apakah aksi tanggal 30 dilanjut atau tidak. Semua tergantung dari statement Presiden. Kita tunggu saja," pungkas Elly. [FAQ]