RMco.id  Rakyat Merdeka - Membaca data corona, makin hari makin menggembirakan. Yang sembuh tambah banyak. Fasilitas dan peralatan yang disiapkan juga semakin lengkap.

Sejak Senin (20/4), angka kematian karena corona dilaporkan menurun drastis. Dari sehari sebelumnya, Minggu (19/4) menembus 47 orang, turun menjadi 8 kasus kematian. Jumlah yang terkonfirmasi positif juga turun dari 327 kasus per hari menjadi 185 kasus per hari.

Meskipun, kemarin, angka kematian kembali dilaporkan nambah 18 orang,yang positif nambah 283 kasus, tapi jumlah yang sembuh makin banyak.

Berita Terkait : Presiden Masih Percaya Terawan

“Kasus sembuh bertambah 71, sehingga akumulasi menjadi 913 orang,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto di Graha BNPB, Jakarta, kemarin.

Target Presiden Jokowi agar jumlah tes polymerase chain reaction atau PCR ditambah menjadi 10 ribu tes dalam sehari, juga dikebut. Hingga kemarin, ada 38 laboratorium yang diaktifkan.Bertambah 1 unit dibanding sehari lalu. Dari total 72 unit yang disiapkan secara bertahap.

“Beberapa laboratorium akan segera ditambahkan begitu reagen yang harus kita datangkan dari negara lain sudah bisa kita terima hari ini,” lanjut Yurianto.

Berita Terkait : Setelah Karantina 2 Minggu, Bupati Manokwari Selatan Sembuh Dari Corona

Soal reagen juga pelik. Selasa (21/4), Yurianto mengatakan, pengujian spesimen di sejumlah laboratorium sempat terhenti karena terkendala reagen belum sampai. Untungnya, reagen yang dipesan sejak 15 Apri lalu itu sudah tiba di tanah air, kemarin. Alat tes PCR berupa dua buah automatic RNA dan dan 18 buah detektor PCR dikabarkan juga sudah tiba.

Anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Arya Sinulingga mengatakan, alat tes sebanyak itu diyakini bisa melakukan tes hingga 10 ribu spesimen terkait corona per harinya. “Kalau sudah terinstal semua, satu harinya bisa tes mencapai 9 ribu hingga 10 ribu,” kata Arya.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng Mohammad Faqih mulai lega dengan kondisi saat ini. “Sekarang sudah membaik kalau dilihat dari angka kesembuhan yang meningkat, alatnya ditambah. Sudah bagus ini, harus terus ditingkatkan,” kata Daeng lewat sambungan telepon dengan Rakyat Merdeka, kemarin.

Berita Terkait : Doni Monardo Ingatkan Bahaya Virus Corona Dari Orang Terdekat

Ia mengingatkan, target Presiden 10 ribu tes PCR sehari harus segera tercapai. Semua Kementerian dan Lembaga harus membantu mewujudkannya. “Karena testing PCR yang disampaikan Pak Jokowi memang solusi yang paling jitu saat ini,” sebut Daeng.

“Kalau kecepatan testing bisa diwujudkan, maka penularan bisa dicegah,” sambungnya. Sebab, setiap yang ketahuan positif corona bisa langsung diisolasi. termasuk melakukan tracing semua orang yang pernah kontak dengan kasus positif. Ia meyakini, 3 kali putaran saja langkah masif semacam itu dilakukan, penyebaran virus bisa dikendalikan.

Ia juga mengapresiasi terobosan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membentuk Relawan Desa Lawan Covid-19. “Ini menarik sekali,” sebutnya. Karena, jika semua relawan di seluruh desa ini bergerak akan menjadi gerakan yang sangat masif, dalam menekan penyebaran corona. “Ini penguatan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang luar biasa,” pungkasnya. [SAR]