Gara-gara Covid-19

Golkar Bali Tunda Survei Cakada

Warga menyelupkan jari ke tinta usai nyoblos/Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Warga menyelupkan jari ke tinta usai nyoblos/Ilustrasi (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah parpol mulai merancang strategi baru untuk menghadapi Pilkada 2020. Partai Golkar Bali misalnya, terpaksa menunda survei para bakal calon (balon) kepala daerah yang akan bertarung di pilkada. Padahal, rencananya survei digelar April ini. Alasan penundaan survei karena wabah virus corona atau Covid-19

“Kami terpaksa tunda dulu. Yang baru disurvei itu karena sudah mendapatkan surat tugas DPP Golkar,” kata Koordinator Pemenangan Pemilu Wilayah Bali-NTB-NTT DPP Golkar, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer, kemarin. 

Berita Terkait : Tidak Elok, Cakada Mencari Panggung Saat Virus Corona

Untuk Bali, setidaknya ada 6 kabupaten/kota akan melaksanakannya. Adalah Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli dan Karangasem. Demer menyebutkan, hanya balon kepala daerah mendapat surat tugas dari DPP Golkar beberapa waktu lalu, yang sempat dilakukan survei. 

Sebelumnya, aku Demer, ada dua balon sudah disurvei dan mendapatkan surat tugas atau rekomendasi sementara dari partai berlambang pohon beringin. Untuk Pilkada Karangasem 2020, DPP Golkar menetapkan I Gusti Ayu Mas Sumatri sebagai calon Bupati dan I Made Sukerena sebagai calon Wakil Bupati. 

Berita Terkait : Bawaslu Temukan Ada Bantuan Sembako Disertai Foto Cakada

Sedangkan, Pilkada Bangli 2020, DPP Golkar menetapkan I Made Subrata sebagai calon Bupati dan Ngakan Made Kutha Parwata, calon Wakil Bupati. Disinggung mengenai alasan penundaan survei, kata Demer, ini dikarenakan wabah virus corona melanda tanah air. Apalagi DPP Golkar juga sedang membantu pemerintah Indonesia dalam melawan dan mencegah Covid-19. “Belum tahu kapan survei akan digelar untuk calon, kita masih fokus Covid-19 dulu,” ungkap Wakil Ketua Komisi VI DPR ini. 

Partainya saat ini memilih Pilkada 2020 dilaksanakan akhir tahun atau 9 Desember 2020. Alasannya, diprediksi, pandemi ini akan berakhir Juli 2020. Sehingga tidak perlu ditunda sampai tahun depan karena justru akan merugikan masyarakat. “Pandemi ini kan kira-kira sampai Juli, jadi ngapain harus tunggu tahun depan, kasihan masyarakat jadi korban karena banyak pimpinan daerah masa jabatannya berakhir 2021 awal,” ujarnya. 

Berita Terkait : Bantu Tangani Covid-19, Pertamina Sudah Rogoh Kocek Hingga Rp 250 Miliar

Karenanya, Demer mengaku tetap akan melakukan berbagai persiapan menghadapi Pilkada 2020 seperti menjalin komunikasi dan membangun koalisi. Diketahui, Golkar bersama empat partai (Demokrat, Nasdem, Hanura dan PSI) sepakat membangun koalisi bersama di Pilkada 2020. “Kalau koalisi kan tetap jalin komunikasi,” tegasnya. [EDY]