RMco.id  Rakyat Merdeka - Kasus Corona atau Covid-19 di Tanah Air terus menunujukkan tren mengembirakan. Meskipun yang positif masih bertambah, tapi pergerakannya melandai. Kalau masyarakat terus disiplin, akhir Juli, Insya Allah kehidupan kembali normal.

Perkembangan ini sudah dilaporkan Ketua Gugus Tugas Covid-19 Doni Monardo pada Presiden Jokowi. Laporan itu disampaikan Doni saat mengikuti Rapat Terbatas melalui video confrence dengan Presiden Jokowi, kemarin. Dalam laporannya, Doni mengatakan, secara nasional, hingga pekan terakhir april 2020, terjadi penurunan jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat. Itu artinya terjadi kenaikan jumlah pasien positif Covid-19 yang sembuh.

“Saat ini terdapat (pasien positif Covid-19) 7.032 orang (dirawat). Dilihat dari jumlah tempat tidur yang terdapat di ruang isolasi rumah sakit sebanyak 10.179 tempat tidur, artinya ka bar gembira,” ungkap Doni usai rapat.

Eks Danjen Kopasus ini memperkirakan, masyarakat sudah bisa kembali hidup normal Juli mendatang. Hal itu bisa terwujud jika masyarakat lebih patuh dan disiplin. aparat, juga harus tegas. Ini diimbau Presiden jokowi.

Berita Terkait : Doni Monardo Ingatkan Bahaya Virus Corona Dari Orang Terdekat

“Presiden meminta kita semua untuk bisa bekerja lebih keras lagi dan juga mengajak masyarakat agar lebih patuh, lebih disiplin, dan aparat bisa lebih tegas agar pada Juni kita mampu menurunkan kasus Covid di Indonesia, sehingga Juli diharapkan kita bisa mengawali hidup normal kembali,” ujarnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini meminta seluruh kementerian, lembaga terkait serta pemerintah daerah terus bekerja keras. Salah satunya, menyampaikan ber bagai imbauan soal upaya pencegahan penyebaran virus corona dengan berbagai bahasa yang mudah dimengerti masyarakat. “Kalau perlu, gunakan bahasa daerah. Tidak mudik, protokol ke sehatan jaga jarak, cuci tangan,” imbaunya.

Khusus DKI Jakarta, Doni bilang, terjadi penurunan jumlah kasus setiap harinya. Yang positif terpapar corona, melandai. “Khusus DKI, perkembangan yang terakhir kasus positif telah mengalami perlambatan yang sangat pesat dan saat ini sudah mengalami flat,” beber Doni.

“Kita doakan semoga tidak terlalu banyak kasus positif yang terjadi,” imbuh dia. Menurut Doni, perlambatan ini adalah efek dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta. “Ini karena PSBB yang telah berjalan dengan baik. Gubernur DKI Jakarta telah laporkan kepada Presiden tentang hasil yang dicapai selama pelaksanaan PSBB,” tutur eks Danjen kopassus itu.

Berita Terkait : Jokowi Belum Senang

Meskipun berhasil, pelanggaran selama PSBB di Ibu kota masih tinggi. Ada 543 perusahaan di DKI Jakarta yang melanggar peraturan dalam penerapan PSBB. Dari jumlah itu, 76 di antaranya telah disegel. “Sisanya diberikan sanksi dalam bentuk peringatan dan teguran,” tegas Doni.

Doni pun meminta Pemprov DKI Jakarta dan aparat penegak hukum terus bertindak tegas. Sehingga pembatasan jarak fisik (phsyical distancing) dapat berjalan efektif untuk memutus rantai penularan Covid-19. “Mudah-mudahan langkah tegas Gugus Tugas Provinsi DKI dapat memberikan efek yang positif, makin berkurangnya kasus positif di jakarta,” harapnya.

Terpisah, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan akan bertindak tegas kepada para pelanggar PSBB. Orang-orang yang masih berkerumun di jalanan, bakal diangkut ke Gelanggang Olahraga Remaja (GOR). “Kebijakannya, semua yang berada di pinggir jalan, berkumpul, diangkut. Semua akan dimasukkan ke GOR minimal 24 jam. Di sini diperiksa, dicatat. jadi tidak lagi orang yang keluar, berkerumun di pinggir jalan,” tegas Anies, kemarin sore.

Sementara itu, hingga Senin (27/4) kemarin, jumlah kasus positif corona di Indonesia masih cukup tinggi. Jubir Pemerintah untuk Corona, Ahmad Yurianto mengumumkan, kasus positif corona mencapai 9.096 kasus. Naik 214 dari hari sebelumnya. Yang sembuh 1.151 orang. Pasien sembuh terbanyak ada di Jakarta 337, dilanjutkan Jawa Timur 140, kemudian Sulawesi Selatan 106, Jawa Barat 96, Jawa Tengah 88, dan sisanya wilayah lain.

Baca Juga : Camat Cilandak: 200 Mahasiswa PTIQ Cilandak Positif Covid-19

Sementara yang meninggal ada 765 orang. Kebanyakan yang meninggal adalah kelompok usia sekitar 60 tahun. Antara 41-60 tahun, dan beberapa di antaranya di atas 61 tahun ke arah 80 tahun. Mereka juga memiliki penyakit bawaan atau komorbid seperti hipertensi, diabet, jantung, dan penyakit paru-paru, baik asma maupun penyakit paru obstruktif menahun, semacam bronkitis kronis.

Sementara itu, jumlah PDP bertambah menjadi 19.987 orang dan ODP menjadi 210.199 orang. Yuri menyatakan, membendung virus corona, pihaknya mengikuti arahan Presiden. Yakni, pengujian sampel secara masif dengan pelacakan yang agresif, diikuti isolasi yang ketat. [OKT]