Ini Penyebab Jumlah Tes PCR Belum Capai 10 Ribu Tes Per Hari Seperti Ditargetkan Jokowi

Doni Monardo (Foto: Istimewa)
Klik untuk perbesar
Doni Monardo (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo membenarkan bahwa target Presiden Jokowi terkait jumlah tes Covid-19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) belum tercapai.

"Menyangkut tes PCR, Pak Presiden sejak 2 minggu yang lalu meminta supaya setiap hari kita mampu untuk melakukan 10 ribu pengambilan spesimen. Tapi, kenyataannya data ril sampai sekarang ini baru berkisar antara 6 ribu sampai 7 ribu (per hari)," terang Doni kepada wartawan, usai Rapat Terbatas (Ratas) lewat video konferensi yang dipimpin Presiden Jokowi dari Istana Kepresidenan Bogor, Senin (4/5).

Berita Terkait : Stop Penyebaran Covid-19, Filipina Bebaskan Hampir 10 Ribu Napi

Belum tercapainya target dari Presiden Jokowi untuk melakukan 10 ribu tes spesimen per hari ini bukan dikarenakan minimnya fasilitas. "Bukan karena reagennya. Reagennya sudah terdistribusi dalam jumlah yang sangat banyak," jelasnya.

Ia menyebutkan, total sudah sekitar 1 juta reagen, CTM, dan ekstraksi RNA yang sudah tersedia. Yang menjadi kendala saat ini adalah terbatasnya jumlah petugas laboratorium. "Jadi sehari dihadapkan mereka bisa bekerja 24 jam, ternyata hanya mampu 8 jam saja," ujar Doni.

Berita Terkait : Pemerintah Kejar Target 10 Ribu Tes PCR Per Hari

Terkait jam kerja laboratorium, kata Kepala BNPB ini, pihaknya tengah mengupayakan untuk ditingkatkan. Pihaknya akan menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang ada di seluruh daerah untuk mengoptimalkan jam kerja laboratorium.

"Kita harapkan paling tidak 16 jam. Jadi kalau sudah bisa 16 jam, dari sekarang 8 jam, berarti sudah di atas 12 ribu. Reagen tersedia, komponen-komponen untuk mendukung tes SWAB juga semuanya sudah tersedia," pungkas Doni. [SAR]