RMco.id  Rakyat Merdeka - Selain Wapres Ma’ruf Amin, sejumlah menteri mulai disorot kerjanya. Maklum, selama pandemi corona terjadi, banyak menteri yang jarang nongol ke publik. Menteri yang kelihatan kerja cuma itu.. itu saja.

Kritikan terhadap peran Ma’ruf Amin yang jarang tampil sudah dijawab Ikhsan Abdullah. Staf Khusus Wapres itu menyebut, memang ada pembagian tugas terkait penanganan corona. RI 1 ngurus duniawi, sedangkan RI 2 urus masalah ukhrowi.

Berita Terkait : Sialan Orang Ini, Ringkus Saja Pak

Seolah menjawab kritikan, kemarin, Ma’ruf nongol juga. Lewat rekaman video, Ma’ruf menjalankan perannya sebagai wapres sekaligus ahli agama. Direkam dari rumah dinasnya, eks Ketua Umum MUI Pusat ini kasih tausiah Ramadhan sepuluh hari kedua.

Wapres mengajak umat Islam untuk memperbanyak doa, istighfar, dan membaca Al-Qur’an. “Masyarakat muslim dapat memanfaatkan waktu lebih banyak untuk memanjatkan doa kepada Allah. Ini saat-saat yang baik, kita harus di rumah, manfaatkan dengan banyak berdoa, beristighfar dan membaca Al-Quran,” ujar Ma’ruf.

Baca Juga : Jokowi Beri Tanda Kehormatan Bintang Militer ke Tiga Anggota TNI

“Mudah-mudahan Ramadan ini akan memberikan suasana yang mencerahkan supaya pertama, Covid-19 juga segera berlalu dengan izin Allah,” harap Ma’ruf.

Bagaimana dengan para menteri? selama ini, menteri yang kelihatan bekerja di saat pandemi corona hanya itu-itu saja. Jumlahnya, tak sampai 10. Padahal, ada 38 menteri dalam Kabinet Indonesia Maju (KIM). Mereka yang kerap tampil ke publik itu di antaranya Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, dan Mensos Juliari Batubara.

Baca Juga : MPR Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan UNPAD

Erick, wara-wiri hampir setiap hari. Mulai dari mempersiapkan rumah sakit BUMN untuk pasien corona, menyulap Wisma Atlet jadi RS Darurat, hingga mendorong BUMN-BUMN memproduksi alat kesehatan dan ventilator atau alat bantu pernafasan.
 Selanjutnya