RMco.id  Rakyat Merdeka - Kelompok marjinal dengan profesi seperti pemulung, pengamen, pengemis, gelandangan, lansia terlantar, dan kelompok disabilitas dengan kondisi ekonomi terbatas yang belum mendapatkan bansos akan menjadi prioritas untuk diberikan dalam bansos tahap kedua. Hal tersebut disampaikan Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial (Kemsos), Harry Hikmat, saat memberikan bansos kepada sejumlah warga di Kampung Ondel-Ondel di RW03, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (8/5).

"Untuk komunitas pemulung, pengamen, pengemis, tuna wisma gelandangan, buruh cuci, tidak mudah bagi mereka untuk memastikan mendapatkan bantuan karena kebanyakan mereka mengkontrak. Berdasarkan informasi yang didapat dari masyarakat dan aduan, ada kelompok masyarakat yang belum mendapatkan bantuan. Untuk itu kita menyusuri kampung-kampung di slum area," ujar Harry Hikmat.  

Berita Terkait : Kalangan Lansia Cairkan Dana Di KSP Indosurya

Dikatakannya, pemerintah berupaya memastikan agar bantuan pemerintah baik sembako dari Pemda, Bantuan Khusus Presiden betul-betul sampai pada warga yang membutuhkan. "Tahap pertama bansos Presiden sudah mendekati angka 100 persen. Untuk bansos tahap kedua, kemungkinan minggu depan sudah bisa dimulai," tambah Harry.

Dari data Kemsos per Kamis (7/5/) pukul 20.00 WIB tercatat sudah ada 1.096 pengemis dan gelandangan yang terjaring di 6 GOR temporary shelter yang tersebar di DKI Jakarta. Masih ada 256 orang menempati shelter tersebut. Bahkan ada sejumlah gelandang dan pengemis di Ciracas Jakarta Timur yang positif dari Rapid Test Covid-19 sehingga harus menjalani perawatan dan isolasi.

Baca Juga : Presiden Panggil Bos Buruh, Istana: Bukan Untuk Meredam Demonstrasi

Rahmat (60), warga RT 11/RW 03, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, mengaku senang dengan keberadaan bantuan sosial dari Presiden. Dia pun berharap, bantuan semakin merata. "Baiknya disisir lagi, karena masih banyak yang belum mendapatkan bantuan," kata Rahmat.

Ramonah (27), salah satu pengamen ondel-ondel mengaku sejak Pandemi Virus Corona (Covid-19) dirinya mengalami penurunan pendapatan hingga 50 persen. "Saya biasanya jalan ke Tangerang naik angkot. Kalau dulu bisa di atas Rp 100 ribu, sekarang untuk ongkos bolak-balik aja nggak ketutup karena jalan sepi," kata Ramonah. [MRA]