RMco.id  Rakyat Merdeka - Fakultas Kedokteran Universitas Muhamamadiyah Prof DR Hamka (FK UHAMKA) berkomitmen mencetak dokter unggul yang andal. Dengan kurikulum berstandar internasional, kampus ini diharapkan memberi kontribusi bagi bangsa. Salah satunya dalam memenuhi ketersediaan dokter.

Dekan FK UHAMKA, Wawang S Sukarya, menerangkan, berdasar data WHO, lebih dari 40 persen negara anggotanya melaporkan hanya memiliki kurang dari 10 dokter untuk setiap 10.000 penduduk. Bahkan, sekitar 26 persen anggota WHO memiliki kurang dari tiga dokter per 10.000 penduduk. Padahal, WHO merekomendasikan setiap negara setidaknya memiliki 1 dokter untuk 1.000 populasi. 

Baca Juga : Menteri Sri Mulyani Usul Pemda Disuntik Insentif

Untuk itu, FK UHAMKA hadir sebagai salah satu upaya pengabdian bagi bangsa. “Visi kami berupaya menghasilkan dokter yang unggul. Tidak hanya dalam bidang kecerdasan intelektual, tapi juga unggul dalam hal spiritual, emosional dan sosial," ujar pria yang juga menjadi Pengurus Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Pusat ini, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (13/5).

Ketua PB Asosiasi Fakultas Kedokteran Swasta Indonesia (PB AFKSI) ini menambahkan, para lulusan FK UHAMKA harus siap ditempatkan di layanan primer dan kesehatan kerja. Hal ini ditujukan agar mereka mampu melakukan pengabdian untuk kepentingan masyarakat. 

Baca Juga : Telkomsel Luncurin Paket Data Terjangkau Untuk Perguruan Tinggi

FK UHAMKA, lanjut Wawang, turut menjalin kerja sama di dalam dan luar negeri. Kampusnya juga memiliki banyak guru besar. Di antaranya, Prof Hamed Oemar, Prof Mulyohadi Ali, Prof Ali Baziad, dan Prof Takashi Yashiro. Meski terbilang kampus baru, ia meyakini dengan dosen dan tenaga pengajar yang professional, berpengalaman dan andal di bidangnya ke depan FK UHAMKA bisa turut memenuhi ketersediaan dokter di Indonesia. “Kami turut berupaya memenuhi penyediaan dokter di Tanah Air dengan mencetak dokter-dokter muda yang unggul,” tuturnya.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) ini menambahkan, FK UHAMKA yang dinahkodainya juga mengintegrasikan ke-Islaman dan ke-Muhammadiyahan dalam setiap proses pendidikan, penelitian, pengembangan, dan pengabdian masyarakat. “FK UHAMKA dilengkapi sarana prasarana perkuliahan modern untuk mencetak lulusan yang handal,” jelasnya. 

Baca Juga : Perta Arun Gas Gali Potensi Bisnis di Kuwait

Sebagai salah satu bentuk komitmen tersebut, pihaknya mengundang ahli kesehatan kerja atau Occupational Health (OH) dari Belanda, dr Lailana Purvis. Lailana adalah dokter Spesialis OH berpengalaman, terutama specialist in disability, rehabilitation, prevention, sick leave policies, teamplayer (training & coaching). “Di Indonesia bidang ini masih terus berkembang,” ujar Wawang. 

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, bangga dan bersyukur atas prestasi yang dicapai UHMKA. “Saya bangga dan bersyukur atas prestasi UHAMKA selama ini. Baik prestasi mahasiswa yang telah merambah ke tingkat internasional maupun prestasi para dosen,” ujarnya.
 
Haedar bertarap, UHAMKA terus meningkatkan kualitas. “Dengan fasilitas yang sudah dimiliki UHAMKA, maka saya berharap bisa segera go internasional. Tentu peningkatan secara kuantitas tersebut tetap harus ada ruh, jiwa dan memperhatikan kualitas pendidikan,” ujarnya. [KW]